Defisit Daya Listrik Manokwari, PLN Siapkan Tambahan 10 MW hingga November 2026

MANOKWARI, Kabartimur.com- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari mengakui adanya defisit daya listrik di wilayah Kabupaten Manokwari. Kondisi tersebut terjadi setelah pasokan listrik dari pembangkit milik pabrik semen mengalami penurunan signifikan.

Manager UP3 Manokwari, Arvy Tryudha, mengatakan pihaknya menghadiri rapat hearing bersama Komisi II DPRK Manokwari untuk menjelaskan kondisi kelistrikan yang saat ini terjadi di daerah tersebut.

“Memang saat ini kami kekurangan daya karena suplai dari PLTU pabrik semen menurun. Biasanya sekitar 13 megawatt, sekarang tinggal satu megawatt,” ujar Arvy dalam rapat tersebut.

Menurutnya, penurunan pasokan tersebut disebabkan adanya kerusakan pada mesin pembangkit. Akibatnya, kemampuan daya sistem kelistrikan Manokwari yang sebelumnya mencapai sekitar 50 MW kini turun menjadi 37 MW.

“Yang biasanya 13 megawatt dari PLTU disuplai ke sistem, sekarang sudah tidak. Informasi yang kami terima karena ada kerusakan mesin di PLTU,” jelasnya.

Baca Juga :   Polres Wondama Bagikan Masker Kain Gratis untuk Masyarakat Kota Wasior

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN menyiapkan langkah jangka pendek berupa penambahan mesin pembangkit dengan total kapasitas 10 MW.

Penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 5 MW ditargetkan terealisasi pada minggu ketiga Oktober 2026, kemudian tambahan 5 MW berikutnya pada minggu kedua November 2026.

PLN berharap tambahan daya tersebut dapat mengatasi defisit dan memperbaiki kondisi kelistrikan di Manokwari.

“Kami harapkan dengan adanya penambahan tersebut, Manokwari tidak lagi mengalami defisit daya, bahkan nantinya bisa memiliki cadangan daya,” katanya.

Arvy menegaskan, kondisi defisit saat ini bukan disebabkan oleh perubahan atau gangguan baru pada mesin pembangkit PLN yang selama ini beroperasi. Persoalan utama berasal dari berkurangnya pasokan pembangkit eksternal.

“Untuk kondisi mesin PLN sendiri tidak ada perubahan. Mesin yang beroperasi masih sama. Hanya saja pasokan dari PLTU pabrik semen menurun sehingga secara keseluruhan daya mampu sistem juga ikut turun,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kerjasama Warga, Polisi Ringkus Pelaku Curas

Terkait kondisi mesin pembangkit milik pabrik semen, Arvy mengatakan PLN hanya menerima informasi mengenai adanya kerusakan. Pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan langsung karena pembangkit tersebut bukan milik PLN.

“Kalau informasi yang sampai kepada kami, ada kerusakan mesin di PLTU. Untuk kepastiannya mungkin bisa dikonfirmasi langsung karena itu bukan pembangkit kami dan kami tidak melakukan pengecekan terhadap mesin tersebut,” jelas Arvy.

DPRK Soroti Defisit Daya

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat terkait defisit daya kelistrikan di Kabupaten Manokwari yang berlangsung di ruang Komisi II DPRK Manokwari, Senin (7/9/2026).

Rapat hearing dipimpin anggota Komisi II DPRK Manokwari, Patrick Yauw Meyer, dan dihadiri Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRK Manokwari, pimpinan Komisi II, serta sejumlah anggota Komisi II.

Arvy menambahkan, PLN juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari terkait persoalan kelistrikan tersebut. Koordinasi terakhir dilakukan dengan Bupati Manokwari pada 31 Juli 2026.

Baca Juga :   Asrama Mahasiswa Boven Digoel di Manokwari Diresmikan

Dalam koordinasi itu, Bupati Manokwari disebut berkomitmen membantu PLN melakukan koordinasi untuk mendukung penyelesaian persoalan pasokan listrik di wilayah Manokwari.

PLN berharap dukungan pemerintah daerah dan DPRK dapat mempercepat penanganan defisit daya sehingga kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor usaha di Manokwari dapat kembali terpenuhi secara optimal. (Red/*).

Pos terkait