MANOKWARI, Kabartimur.com-Bupati Manokwari Hermus Indou mengingatkan organisasi perempuan penerima bantuan hibah pemerintah agar mampu memanfaatkan bantuan tersebut sebagai modal untuk membangun kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan baru.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III Setda Manokwari, Jefry Shuburua, saat membuka talk show “Merdeka dari Ketergantungan” di Aston Niu Hotel Manokwari, Kamis (20/8/2026).
Talk show yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Manokwari itu mengusung tema “Memutus Rantai Ketergantungan, Mewujudkan Keberlanjutan Organisasi”.
Dalam sambutannya, Hermus menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi tidak dapat hanya mengandalkan bantuan hibah pemerintah. Menurutnya, hibah merupakan bentuk dukungan dan stimulasi pemerintah yang harus diikuti dengan kemampuan organisasi membangun tata kelola, kreativitas dan inovasi.
“Hibah merupakan bentuk dukungan dan stimulasi dari pemerintah, tetapi organisasi harus mampu membangun kemandirian, kreativitas, tata kelola yang baik, transparansi dan inovasi,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Jefry.
Ia meminta organisasi penerima hibah memastikan bantuan digunakan secara tepat sasaran, transparan dan akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Hermus juga mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak sekadar dihabiskan untuk kegiatan rutin, tetapi dimanfaatkan sebagai modal mengembangkan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.
“Jangan melihat hibah hanya sebagai bantuan yang harus dihabiskan, tetapi jadikan sebagai modal untuk membangun kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi yang sehat harus memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang baik, kaderisasi, program yang bermanfaat serta kemampuan mengembangkan sumber daya secara bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan, pelatihan, keterampilan, pengembangan usaha dan literasi digital.
Hermus berharap organisasi perempuan di Kabupaten Manokwari dapat membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan demikian, bantuan pemerintah diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya organisasi yang mandiri dan berdaya saing, bukan justru memperpanjang rantai ketergantungan. (Red/*)






