Belanja Manokwari Naik Rp10 Miliar, Belanja Modal Melonjak 43,36 Persen

MANOKWARI, KABARTIMUR.COM — Pemerintah Kabupaten Manokwari menaikkan proyeksi belanja daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi Rp1,404 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong lonjakan belanja modal yang mencapai 43,36 persen.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan hal itu dalam rapat paripurna DPRK Manokwari terkait penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRK Manokwari, Selasa (29/9/2026).

Hermus menjelaskan, belanja daerah yang semula direncanakan Rp1.394.620.804.107,77 meningkat menjadi Rp1.404.632.430.270,77.

Dengan demikian, belanja daerah bertambah Rp10.011.626.163 atau 0,72 persen.

Belanja Modal Naik Rp61,7 Miliar

Kenaikan terbesar terjadi pada belanja modal. Dari sebelumnya Rp142.323.047.838,58, meningkat menjadi Rp204.030.457.994,58.

Belanja modal bertambah Rp61.707.410.156 atau 43,36 persen.

Hermus mengatakan arah belanja tersebut difokuskan pada pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur jalan, air bersih, sanitasi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

> “Saya berpikir lebih baik kita membangun satu atau dua proyek besar daripada ribuan kegiatan yang hanya bersifat seremonial,” ujar Hermus.

Ia juga menyebut Pemkab Manokwari akan terus mendorong pembangunan proyek-proyek ikonik yang bersumber dari APBD maupun APBN sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang daerah.

Belanja Operasi dan Transfer Turun

Di sisi lain, belanja operasi mengalami penurunan tipis dari Rp1.084.653.675.169,19 menjadi Rp1.083.758.004.176,19, atau berkurang Rp895.670.993 (0,08 persen).

Belanja tidak terduga tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp2,5 miliar.

Sementara belanja transfer turun cukup signifikan, dari Rp165.144.081.100 menjadi Rp114.343.968.100. Penurunannya mencapai Rp50.800.113.000 atau 30,76 persen.

Hermus menegaskan, kebijakan belanja diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, menangani persoalan sosial, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta mempercepat pembangunan Manokwari sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan daerah.

Peningkatan belanja modal diharapkan mampu memperkuat infrastruktur sekaligus menghasilkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (Red/*)

Pos terkait