Universitas Indonesia Kembangkan Model Logistik Berbasis Kawasan dan Potensi Komoditas Lokal di Kawasan Transmigrasi Werianggi, Pelabuhan Windesi Jadi Simpul Utama

WASIOR, Kabartimur.com – Tim 18 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) mengembangkan model manajemen logistik berbasis kawasan dan potensi komoditas lokal di Kawasan Transmigrasi Werianggi, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

            Berdasarkan kajian dengan pendekatan Social-Ecological System (SES) dan Sistem Dinamik yang dilakukan Tim 18 Ekspedisi Patroit UI, terdapat 12 jenis komoditas yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Werianggi.

Durian dan pala tercatat sebagai komoditas yang paling dominan kemudian rambutan dan pisang. Selain itu, masyarakat setempat juga mengembangkan langsat, jagung, cokelat, gaharu, kacang, masohi, minyak lawang dan sagu.

Hal itu dipaparkan dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD), Jumat, 2 Oktober lalu di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei. FGD dibuka oleh Wakil Bupati Anthonius Alex Marani dengan dihadiri unsur Forkopimda serta perangkat daerah terkait.

Baca Juga :   Besok Paulus Waterpauw Dikukuhkan Jadi Anak Adat Kuri Wamesa, Sefnat Kurube : Dia Putera Terbaik Tanah Papua

Anggota Tim 18 Ekspedisi Patroit UI Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas menjelaskan, keberadaan berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi di kawasan transmigrasi Werainggi cukup beragam.

Namun, distribusi hasil produksi masih sangat dipengaruhi oleh keterbatasan konektivitas antara sentra produksi di kampung juga akses transportasi. Sehingga diperlukan penguatan konektivitas darat dan laut untuk memperlancar arus distribusi barang dan jasa keluar masuk wilayah Werianggi.

Dari analisa itu, Pelabuhan Windesi yang berjarak lebih kurang 12 Km dari Werianggi ditempatkan sebagai salah satu simpul penting dalam jalur distribusi menuju pasar, baik pasar dalam daerah maupun ke luar Wondama.

“Penguatan konektivitas darat dan laut sekaligus diharapkan dapat memperluas akses pasar masyarakat dan mendorong Pelabuhan Windesi menjadi simpul penting bagi pergerakan ekonomi serta keterhubungan antarwilayah di Kawasan, “ ucap Prof Dewi.

Anggota tim lainnya, Iskandar, SPi, MSi menjelaskan, simulasi model juga memperlihatkan kondisi jalan menjadi salah satu variabel penting yang memengaruhi biaya transportasi, waktu distribusi, harga serta mutu komoditas.

Baca Juga :   Pameran UMKM Kreatif Diharapkan Dapat Meningkatkan Daya Saing

“Dengan model manajemen seperti itu diharapkan alur distribusi komoditas dari wilayah produksi di Distrik Nikiwar menuju pasar dapat berjalan lebih efektif dengan waktu dan biaya angkut yang lebih efisien serta kualitas komoditas yang tetap terjaga.

Wakil Bupati Anthonius Alex Marani dalam kesempatan itu menekankan, salah satu tantangan yang perlu dijawab bersama terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi  adalah bagaimana keterhubungan antarakawasan produksi dengan pusat distribisi dan pasar.

Berkenaan dengan itu maka untuk Kawasan Transmigrasi Werianggi, menurut Alex, konektivitas  melalui Pelabuhan Windesi memiliki arti penting yang mana perlu diintegrasikan dengan jaringan transportasi darat supaya menjadi satu kesatuan dalam sistem logistik.

Sebab, ketersediaan akses  yang baik akan sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan. Juga  arus masuknya barang dan jasa ke Kawasan Tansmigrasi Werianggi.

Baca Juga :   Buka Penerimaan PPD, KPU Wondama Tegaskan Anggota PPD Tidak Boleh Simpatisan Paslon Pilkada

          “Kawasan Transmigrasi Werianggi memiliki potensi  yang perlu kita dorong agar dapat berkembang secara optimal. Konektivitas  melalui Pelabuhan Windesi  diharapkan bukan hanya menjadi jalur transportasi, tetapi menjadi urat nadi ekonomi yang menghubungkan masyarakat Werianggi dengan wilayah lain, pusat perdagangan dan pasar yang lebih luas, “ucap orang nomor dua Pemkab Wondama.

          Pemkab Wondama menyambut baik dan mengapresiasi kerja Tim Ekspedisi Patriot UI yang telah berkontribusi untuk kemajuan Kawasan Transmigrasi Werianggi melalui berbagai penelitian maupun kajian yang dilakukan selama ini.

            “Semoga melalui kolaborasi dan kerja bersama kita dapat mewujudkan konektivitas logistik laut dan darat yang semakin baik sehingga Kawasan Transmigrasi Werianggi dapat berkembang menjadi kawasan yang produktif, mandiri, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, “ ujar Alex. (Nday)

Pos terkait