Pesparawi Nasional XIV Dongkrak Ekonomi Manokwari, UMKM hingga Transportasi Kebanjiran Rezeki

Manokwari, kabartimur.com– Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang digelar di Manokwari, Papua Barat, tidak hanya menjadi panggung pujian dan perayaan iman, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Selama sebelas hari pelaksanaan, ribuan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor.

Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV, Jacob Fonataba, mengatakan penyelenggaraan ajang nasional tersebut memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran kontingen dari 38 provinsi membuat tingkat perputaran uang di Manokwari meningkat tajam.

“Perhelatan ini bukan sekadar ajang seni dan pemuliaan Tuhan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hampir seluruh sektor, mulai dari UMKM, katering, hingga transportasi, merasakan dampak positif dari tingginya mobilitas para tamu,” ujar Jacob, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga :   Bawaslu Kabulkan Permohonan Pasangan Bakal Calon Perseorangan ROMANSA

Menurutnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaat. Berbagai produk khas Papua Barat, seperti kerajinan tangan, busana daerah, suvenir, hingga atribut Pesparawi, laris diburu peserta maupun pengunjung yang ingin membawa pulang buah tangan dari Manokwari.

Tak hanya itu, sektor kuliner juga mengalami lonjakan permintaan. Penyedia jasa katering, rumah makan, kafe, hingga pedagang makanan di sekitar lokasi kegiatan menikmati peningkatan omzet selama berlangsungnya festival paduan suara gerejawi terbesar di Indonesia tersebut.

Sektor transportasi pun ikut bergairah. Tingginya minat peserta mengunjungi destinasi wisata, terutama Pulau Mansinam, memberikan berkah bagi pemilik perahu motor tradisional yang melayani penyeberangan wisata.

“Banyak peserta memanfaatkan waktu luang untuk menikmati keindahan bahari Papua Barat. Ini tentu membawa rezeki bagi para pengemudi perahu maupun pelaku wisata lainnya,” kata Jacob.

Baca Juga :   Budi Rahman Dikukuhkan sebagai Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya

Selain transportasi laut, peningkatan aktivitas juga dirasakan pengemudi ojek daring dan pangkalan, jasa rental kendaraan, hingga petugas parkir yang mencatat kenaikan pendapatan harian selama penyelenggaraan Pesparawi.

Jacob berharap keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV menjadi bukti bahwa Manokwari memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional di masa mendatang.

“Momentum ini membuktikan bahwa Manokwari siap menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Kami berharap keberhasilan ini menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan keramahan masyarakat Papua Barat kepada Indonesia,” pungkasnya.

Pesparawi Nasional XIV tidak hanya meninggalkan harmoni lagu pujian, tetapi juga jejak positif bagi perekonomian lokal. Bagi masyarakat Manokwari, ajang ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan berskala nasional mampu memberikan manfaat nyata, memperkuat sektor usaha, membuka peluang ekonomi baru, serta mengangkat citra Papua Barat sebagai destinasi kegiatan nasional. (Red/*)

Baca Juga :   Kelanjutan Terminal Wosi, Pemda Manokwari Bersama Pemilik Hak Ulayat Terminal Wosi Gelar Pertemuan

Pos terkait