Festival Kopi Manokwari Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Hilir

Manokwari, kabartimur.com – Festival Kopi Manokwari 2026 dinilai bukan sekadar ajang memperkenalkan kopi lokal, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, khususnya pengembangan komoditas kopi dari sektor hulu hingga hilir.

Hal tersebut disampaikan dalam agenda Opening Ceremony Festival Kopi Manokwari 2026 yang digelar di Manokwari City Mall, Kabupaten Manokwari, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi kepada pembina, ketua, serta seluruh anggota Komunitas Kopi Manokwari yang dinilai telah menunjukkan inisiatif, gagasan, dan pemikiran konstruktif untuk ikut membangun Kabupaten Manokwari.

Festival tersebut juga disebut sebagai wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Perubahan paradigma pembangunan pascareformasi menempatkan masyarakat bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang memiliki tanggung jawab untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan.

“Manokwari harus kita bangun bersama-sama. Komunitas Kopi Manokwari telah menunjukkan komitmen dan partisipasinya bersama pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan strategis lainnya,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Baca Juga :   14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Dalam pengembangan komoditas kopi, terdapat tiga tahapan penting yang perlu diperkuat, yakni sektor hulu, hilirisasi, dan pengembangan pasar serta branding.

Pada sektor hulu, pemerintah dan masyarakat didorong untuk tidak hanya menjual kopi yang telah tersedia, tetapi juga memperluas budidaya dengan mengajak masyarakat menanam kopi di berbagai wilayah yang memiliki potensi.

“Kalau potensi kita ada, mari kita menanam kopi dan mengajak masyarakat untuk mengembangkan kopi sebanyak mungkin,” ujarnya.

Sementara pada sektor hilir, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting untuk menciptakan nilai tambah. Produk kopi maupun produk UMKM lainnya diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, pelaku usaha dan masyarakat didorong untuk terus belajar serta mengadopsi berbagai inovasi yang telah berkembang di daerah lain di Indonesia.

Baca Juga :   Pejabat dan Masyarakat Beri Penghormatan Terakhir Bagi alm. Demas Paulus Mandacan di Rumah Duka

Menurutnya, penguatan sektor hulu dan hilirisasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan branding kopi Manokwari. Kopi lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari identitas ekonomi sekaligus kekuatan produk unggulan daerah.

Festival Kopi Manokwari 2026 pun diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kopi yang lebih kuat, melibatkan petani, pelaku UMKM, barista, komunitas, pemerintah, hingga sektor swasta.

Dengan kolaborasi tersebut, kopi Manokwari diharapkan tidak hanya dikenal sebagai komoditas lokal, tetapi mampu memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. (Red/*)

Pos terkait