Manokwari, kabartimur.com – Kopi Manokwari didorong untuk tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga diintegrasikan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan identitas ekonomi Kabupaten Manokwari.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Opening Ceremony Festival Kopi Manokwari 2026 yang berlangsung di Manokwari City Mall, Jumat (7/8/2026).
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pengembangan kopi harus berjalan seiring dengan pembangunan sektor pariwisata. Kopi lokal diharapkan menjadi salah satu produk yang dapat dinikmati wisatawan ketika mengunjungi berbagai destinasi di Manokwari.
“Ketika orang pergi berwisata di Manokwari, mereka tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga bisa menikmati kopi Manokwari,” demikian disampaikan.
Menurutnya, potensi pariwisata Manokwari sangat besar. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan kehadiran produk UMKM lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Ia menilai, masih banyak produk UMKM dari luar daerah yang dikonsumsi di Manokwari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya lebih serius untuk menghidupkan dan memperkuat produk UMKM berbasis keunggulan lokal.
Karena itu, kopi Manokwari bersama berbagai produk unggulan lainnya perlu dibangun menjadi identitas daerah yang memiliki daya saing sekaligus nilai ekonomi.
Selain pengembangan kopi dan UMKM, pemerintah daerah juga tengah mendorong konsep pembangunan yang tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan.
Selama ini, konsentrasi pembangunan dinilai masih terpusat di Kota Manokwari. Ke depan, pola tersebut diarahkan menuju pembangunan berbasis klaster dengan mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di setiap kawasan.
“Jangan hanya membangun secara monosentris. Kita perlu mendorong pertumbuhan-pertumbuhan baru melalui klaster pembangunan,” ujarnya.
Konsep pembangunan berbasis klaster tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal di masing-masing wilayah, termasuk komoditas pertanian, UMKM, pariwisata, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.
Festival Kopi Manokwari 2026 pun menjadi salah satu ruang untuk memperkuat gagasan tersebut. Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat, kopi diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus bagian dari wajah pariwisata Kabupaten Manokwari. (Red/*)






