HIPMI Papua Barat Dorong Kopi Jadi Identitas Daerah dan Lokomotif Ekonomi UMKM

Manokwari, kabartimur.com – Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Barat, Lamek Dowansiba, mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari.

Hal tersebut disampaikan Lamek saat memberikan pandangannya terkait penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang promosi produk kopi, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun identitas daerah sekaligus memperkuat ekosistem UMKM.

Bacaan Lainnya

Ia berharap kopi dapat dikembangkan sebagai salah satu identitas unggulan Manokwari yang memiliki nilai ekonomi dan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Kita berharap UMKM di Provinsi Papua Barat menjadi lokomotif untuk menggerakkan pertumbuhan perekonomian, terlebih khusus di Kabupaten Manokwari. Mari menjadikan kopi sebagai identitas daerah,” ujar Lamek.

Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, pelaku usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar UMKM tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Lamek mengatakan, HIPMI Papua Barat selama ini telah memberikan dukungan permodalan kepada sejumlah pelaku UMKM. Sebanyak 91 pelaku usaha telah mendapatkan dukungan modal melalui program yang dijalankan BPD HIPMI Papua Barat.

Ke depan, pihaknya juga akan memberikan perhatian lebih kepada para pelaku usaha kopi yang memiliki prospek pengembangan.

Namun, Lamek menegaskan bahwa pemberian bantuan modal tidak dilakukan secara sembarangan. Pelaku usaha harus melalui proses seleksi dan menunjukkan keberlangsungan usaha sebelum mendapatkan dukungan.

“Kita tidak sembarang memberikan modal. Harus melalui proses dan seleksi. Jangan usaha baru satu atau dua tahun kemudian langsung diberikan bantuan. Setidaknya harus ada proses yang panjang dan usaha tersebut sudah berjalan sekitar lima tahun atau lebih,” jelasnya.

Menurut Lamek, keberlanjutan usaha menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan bantuan modal benar-benar menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, HIPMI juga akan terus memantau perkembangan usaha yang telah mendapatkan dukungan, termasuk melihat bagaimana perputaran ekonomi yang terjadi di lapangan.

“Secara pribadi saya akan mengamati bagaimana perputaran ekonomi, naik turunnya usaha. Kita berharap pemerintah bersama seluruh stakeholder membangun kolaborasi dan sinergi untuk membangun UMKM di Manokwari,” katanya.

Lamek menilai, apabila UMKM mampu berkembang dengan baik, sektor tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapannya apa yang kita berikan bisa menjadi stimulus dan bagian dari kepedulian sesuai visi dan misi kami. Saya melihat selama ini di Papua Barat belum banyak dilakukan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

HIPMI Gandeng Bank Papua

Selain dukungan modal secara langsung, HIPMI Papua Barat juga menjalin kerja sama dengan Bank Papua untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Lamek berharap program tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan Bank Papua untuk memberikan anggaran KUR. Kami berharap UMKM yang ada bisa menjemput peluang ini. Bank Papua siap menerima pelaku usaha yang memiliki niat untuk memulai dan membangun usaha,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penguatan UMKM membutuhkan ekosistem usaha yang sehat, mulai dari pendampingan, akses permodalan, peningkatan kualitas produk hingga pemasaran.

Karena itu, Festival Kopi Manokwari 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun industri kopi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Manokwari.

Dengan dukungan pemerintah, HIPMI, perbankan, komunitas dan pelaku usaha, kopi diharapkan mampu berkembang dari sekadar produk lokal menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Manokwari. (Red/*)

Baca Juga :   Lamek Dowansiba Unggul Perolehan Suara di Dapil 2 Papua Barat

Pos terkait