Panen Perdana Padi Ladang di Kampung Webi Buktikan Petani Lokal Wondama Juga Bisa

  • Whatsapp

WASIOR – Kampung Webi, Distrik Rasiei mencatatkan diri sebagai salah satu wilayah lumbung pangan untuk Kabupaten Teluk Wondama.

Setelah terkenal sebagai penghasil aneka pangan lokal dan sayur-sayuran, kini kampung kecil di selatan kota Wasior itu berhasil mengembangkan padi ladang.

Jumat (30/10/2020), dilakukan panen perdana padi ladang di kampung Webi. Menariknya, pengembangan padi ladang dilakukan sendiri oleh petani lokal setempat.

Adalah Erkianus Mbari, warga asli Kampung Webi yang menjadi pelopor pengembangan padi ladang. Berkat keuletan dan kesabarannya, Erkianus berhasil membuktikan bahwa orang asli Papua khususnya di Teluk Wondama juga bisa mengembangkan padi, sesuatu yang masih sangat jarang dilakukan oleh petani lokal Papua.

Panen perdana padi ladang milik kelompok tani ‘Urimarei’ yang dimotori Erkianus Mbari dilakukan oleh Kapolres Teluk Wondama AKBP Yohanes Agustiandaru dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Hendrik Rico Tetelepta.

Ikut hadir Kepala Distrik Rasiei Yemima Masakeri juga Kepala Dinas Pertanian dan Pangan yang diwakili Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan Ika Wahyu Prastuti serta Kepala Kampung Webi Nahum Mbari.

Luas lahan yang ditanami padi ladang memang masih relatif kecil yaitu 25 x 50 meter. Namun demikian capaian yang telah dihasilkan petani Kampung Webi diakui sebagai langkah maju yang layak menjadi contoh bagi masyarakat Wondama pada umumnya.

“Kampung Webi ini sebelumnya kita sudah resmikan sebagai Kampung Asri Berdikari yang di dalamnya ada aspek ketahanan pangan. Dan ternyata hari ini Kampung Webi membuktikan aspek ketahanan pangan itu (benar-benar ada).

Ini luar biasa. Salut buat bapak Erkianus. Semoga ini bisa jadi contoh bagi masyarakat Teluk Wondama yang lainnya bahwa masyarakat asli Wondama juga bisa tanam padi, “kata Ndaru, demikian panggilan karib Kapolres Teluk Wondama.

Apa yang dihasilkan Erkianus Mbari dan kawan-kawan memberi bukti bahwa petani lokal Teluk Wondama sejatinya mampu mengembangkan segala jenis komoditas pertanian sepanjang memiliki kemauan dan niat untuk bekerja keras.

Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19, apa yang dilakukan petani Kampung Webi sangat baik untuk menopang ketahanan pangan daerah.

“Ini tanda bahwa orang kampung juga bisa. Ini kebanggaan bahwa orang Papua juga bisa tanam padi. Kami harapkan suatu saat bisa diberi label (untuk dijual) sehingga kita bisa rasakan beras produksi Kampung Webi, “ucap Kepala Dinas PMK Hendrik Tetelepta.

Hal senada juga disampaikan Kepala Distrik Rasiei Yemima Masakeri. Dia berharap, apa yang telah dihasilkan petani Kampung Webi dapat mendorong petani lokal lainnya sehingga suatu saat nanti masyarakat Teluk Wondama tidak perlu lagi memberi beras dari luar daerah.

“Orang Papua suka makan beras tapi tidak tahu tanam padi. Tapi di hari ini kita bisa menyaksikan ada padi di tempat kita yang ditanam sendiri oleh petani kita sendiri. Ini luar biasa.

Kita harus bisa tanam sendiri jangan kita tunggu beli saja. Saya sampaikan rasa bangga untuk bapak Erkianus dan kelompok Urimarei, “ucap Yemima. (Nday)

Pos terkait