Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Mulai Bertugas di Manokwari, Dampingi Kawasan Transmigrasi Selama Empat Bulan

Manokwari, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Patriot 2026 dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang akan melaksanakan riset dan pendampingan di sejumlah kawasan transmigrasi selama empat bulan ke depan.

Penyambutan tim berlangsung di Ruang Sasana Karya, Kantor Bupati Manokwari, Senin (3/8/2026).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, mengatakan Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Yusak, pada 2026 program tersebut dilaksanakan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, terdiri atas 45 Kawasan Prioritas Nasional dan 8 Kawasan Prioritas Kementerian Transmigrasi.

“Untuk Kabupaten Manokwari, tim yang ditugaskan berasal dari Universitas Airlangga Surabaya. Mereka terdiri atas 20 tim dengan sekitar 100 anggota yang merupakan mahasiswa dan alumni dari berbagai disiplin ilmu, didampingi para dosen ahli,” ujar Yusak.

Baca Juga :   PSI Haltim Berbagi Takjil di Maba, Perkuat Solidaritas di Bulan Ramadan

Selama bertugas, tim akan tinggal bersama masyarakat transmigrasi mulai Agustus hingga November 2026. Mereka akan melakukan riset, kajian, serta pendampingan kepada warga guna menghasilkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Manokwari.

Yusak menjelaskan, seluruh pelaksanaan kegiatan dibiayai melalui anggaran Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Sebelumnya, program serupa di kawasan transmigrasi Manokwari melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2025.

Tim Ekspedisi Patriot telah tiba di Manokwari sejak Jumat (31/7/2026) dan kini menempati sejumlah rumah warga sebagai tempat tinggal sementara di Distrik Sidey, Masni, Prafi, dan Warmare.

Selama empat bulan ke depan, para peserta akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat setempat untuk mendorong pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmiah, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. (Red/*)

Baca Juga :   JANGKAR Papua Barat Birukan Manokwari dengan Senam Gemoy dan Makan Gratis Ajak Menangkan Prabowo-Gibran

Pos terkait