WASIOR, Kabartimur.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menyelenggarakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Senin (1/6/2026) di Wasior.
Sekretaris DPD PDIP Provinsi Papua Barat, Benny Supit yang hadir membuka kegiatan tersebut mengatakan, Musancab menjadi forum untuk memperkuat konsolidasi internal partai menyongsong Pemilu 2029 serta Pilkada 2031.
“Sesuai instruksi DPP, kami harus memenangkan Teluk Wondama untuk Pileg besok terutama memenuhi bisa satu fraksi supaya bisa punya power untuk menghadapi Pilkada yang akan datang, “ujar Benny.
Benny menyatakan, sebagai pertain yang telah berpengalaman dan berakar di masyarakat, PDP telah mempersiapkan strategi untuk bisa memenangkan kontestasi politik baik tingkat nasional maupun daerah pada 2029 dan 2031.
Karena itulah konsolidasi dan penguatan basis partai akan terus dipermantap sampai ke level anak ranting yakni di setiap kampung/desa.
“Kami sudah siapkan strategi ke depan. Kami merangkul teman-teman di akar rumput untuk bagaimana kita memberikan suatu motivasi yang prorakyat, “ujar Benny.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Teluk Wondama, Robert Gayus Baibaba menuturkan, sejauh ini kepengurusan PDIP di tingkat anak cabang (PAC) pada 13 distrik/kecamatan di Wondama telah terbentuk seluruhnya.
Gayus optimistis, hasil Musancab akan semakin mempertebal semangat para kader partai berlambang banteng moncong putih ini untuk semakin memperkuat basis partai di tingkat bawah demi mewujudkan tujuan memenangkan Pileg dan Pilkada mendatang.
“Setelah musancab ini mereka kembali dan akan terus bekerja melakukan konsolidasi sampai ke tingkat anak ranting. Terus berakar sampai di sana, tumbuh dan kuat sampai di sana dan mereka tetap konsolidasi itu berjalan terus,”ucap Gayus.
Senada, Bendahara DPD PDIP Papua Barat, Robert Manibuy optimistis partai besutan Megawati Sukarnoputeri ini akan mampu meraih hasil positif dalam Pemilu 2029 maupun Pilkada 2031. Termasuk di Kabupaten Teluk Wondama.
Musancab sendiri menjadi bagian dari strategi konsolidasi secara berjenjang untuk memperkuat basis partai di tingkat bawah sehingga diharapkan partai besutan Megawati Soekarnoputeri ini tetap berakar kuat di masyarakat.
“Sekarang partai banyak. Tapi kami yakin PDIP adalah partai yang sudah berakar. Kita bukan partai yang kemudian pagi ada sore hilang. Dan ini sudah terjadi. Kami yakin PDIP adalah partai yang sudah menghadapi berbagai goncangan tetapi tetap berdiri kekar jadi peluang menang masih bisa kami peroleh dengan strategi yang telah disiapkan, “ujar Manibuy.
Kuota 30 Persen Perempuan
Sementara itu, terkait kuota perempuan, Gayus mengklaim, komposisi kepengurusan di tingkat cabang maupun anak cabang saat ini telah memenuhi kuota 30 persen perempuan.
Karena itu, Gayus optimis PDIP Wondama akan mampu memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan baik dalam kepengurusan tingkat kabupaten hingga kampung maupun nanti pada saat pencalonan anggota legislatif.
“Untuk PDIP (Wondama) di DPC dan setiap PAC itu menjadi perhatian kami dan keterwakilan itu sudah terpenuhi semua. Sebab itu nanti menghadapi verifikasi (verifikasi parpol oleh KPU) ke depan. Jadi saya optimis (bisa terpenuhi), “ujar mantan Ketua KPUD Teluk Wondama ini.
Benny Supit menambahkan, bagi PDIP, pelibatan perempuan dalam kepengurusan partai maupun dalam setiap kali pencalonan sebagai anggota DPR bukan sekedar pemenuhan syarat administratif semata.
Perempuan tidak ditempatkan sebagai pelengkap saja. Namun menjadi bagian penting yang memiliki peran dan kontribusi yang setara dengan kaum pria dalam membesarkan partai. Juga dalam hal memperjuangkan kepentingan masyarakat secara umum.
“Ketua Umum kami adalah perempuan jadi 30 persen keterwakilan perempuan itu adalah wajib. Jadi Perempuan bukan hanya pelengkap. Jadi bagaimana kami membina mereka menjadi pion-pion untuk membawa aspirasi masyarakat terutama kaum perempuan, “papar Benny.
Sebagai informasi, saat ini PDIP memiliki dua kursi legislatif di DPRK Teluk Wondama Periode 2024/2029 atas nama Robert Gayus Baibaba dan Andjas Nasrullah.
Jumlah ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya yakni tiga kursi. (Nday)







