HUT ke-23 Teluk Wondama: Bupati Gaungkan Semboyan ‘Setiap Rumah adalah Sekolah Setiap Orang adalah Guru’

WASIOR, Kabartimur.com– Bupati Teluk Wondama, Papua Barat  Elysa Auri mengaungkan semboyan ‘setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru’ sebagai filosofi baru dalam pembangunan pendidikan di Wondama yang menekankan nilai moral dan integritas yang berbasis pada keluarga.

Bupati menekankan semboyan ‘setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru’ mengandung nilai penting yang mengingatkan semua pihak bahwa tanggung jawab untuk mendidik, membina dan membentuk generasi masa depan bukan hanya berada di sekolah.

Tetapi hidup di tengah keluarga, masyarakat dan juga dari setiap prilaku dan tindakan yang baik yang menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat.

“Kiranya dari nilai-nilai inilah akan lahir generasi penerus Wondama bahkan generasi Papua yang lebih luas yang berkarakter, berintegritas dan siap membangun masa depan yang lebih baik, “ujar Auri.

Baca Juga :   Stunting di Wondama Diklaim Bukan karena Kemiskinan Ekstrim, Dinkes : Tren Kasus Terus Turun

Hal ini disampaikan bupati pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Wondama, Senin, 13 April 2026 di lapangan apel Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei.

Bupati menjelaskan, semboyan tersebut sejatinya berakar pada pesan moral yang dicetuskan misionaris sekaligus guru orang Papua Pendeta Izaak Samuel Kijne saat meletakkan peradaban pendidikan bagi orang asli Papua di Bukit Aitumeiri, Miei Teluk Wondama pada 1925.

Yakni ‘Bekerjalah dengan Setia, Jujur dan Dengar-dengaran’ yang harus terus dipegang teguh oleh masyarakat Wondama saat ini dan generasi-generasi yang akan datang.

Pesan Pendeta I.S Kijne itu, lanjut mantan Asisten I Setda Provinsi Papua ini, mengandung makna yang sangat dalam bagi semua warga masyarakat Wondama juga yang berdiam di Tanah Papua.

Bahwa dalam setiap tugas, tanggung jawab dan pengabdian hendaknya dilandasi oleh kesetiaan dalam bekerja, kejujuran dalam bertindak serta kerendahan hati untuk terus mendengar, belajar dan berjalan bersama untuk meraih keberhasilan bersama pula.

Baca Juga :   Kampung Aisandami di Wondama Raih Trofi ProKlim Utama dari Kementerian LH dan Kehutanan

“Nilai ini yang harus kita pegang teguh bersama,“pesan orang nomor satu Wondama ini.

Sebelumnya saat membuka konsultasi publik rancangan awal RKPD Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2027,  bupati meyebutkan, implentasi dari semboyan ‘setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru’ saat ini sedang dalam proses kajian oleh tim pakar Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari.

“Dan nanti kalau sudah selesai, maka tahapan akhirnya kita akan buat menjadi peraturan daerah supaya ini menjadi pegangan bagi siapa saja yang tinggal di atas tanah yang dinamakan tempat peradaban orang Papua ini, “kata Auri. (Nday)

 

Pos terkait