50 Tahun Jadi Penopang GKI di Tanah Papua, Persekutuan Ibu Sara Didoakan Jadi Wadah Pembinaan Iman yang Kokoh dan Maju

WASIOR, Kabartimur.com – Persekutuan Ibu Sara GKI (Gereja Kristen Injili) di Tanah Papua diharapkan terus bertumbuh menjadi wadah pembinaan iman dan karakter jemaat yang semakin kokoh dan maju.

Hal itu disampaikan Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri pada Perayaan Syukur 50 tahun Persekutuan Ibu Sara GKI di Tanah Papua se Wilayah XII di Pantai Kubiari, Distrik Wondiboi Kabupaten Teluk Wondama, Selasa, 9 Juni 2026.

Bupati mengatakan, Persekutuan Ibu Sara selama 50 tahun keberadaannya dalam GKI di Tanah Papua telah membawa kontribusi positif dalam pembentukan karakter jemaat.

Juga dalam membangun ketahanan keluarga serta pendidikan iman anak-anak dan pembinaan rohani kaum perempuan.

“Perayaan Syukur 50 tahun ini kiranya menjadi momentum refleksi sekaligus pembaharuan komitmen pelayanan agar Persekutuan Ibu Sara GKI di Tanah Papua terus bertumbuh menjadi wadah pembinaan yang kokoh dan tetap relevan menjawab kebutuhan gereja pada masa kini dan masa yang akan datang,” ujar bupati dalam sambutannya.

Baca Juga :   Spirit HUT RI ke-77 : Pemkab Wondama Prioritas Pemulihan Ekonomi serta Kualitas Pendidikan dan Kesehatan

Untuk diketahui, Persekutuan Ibu Sara GKI di Tanah Papua berdiri pada 9 Juni 1976.

Layaknya Tim Penggerak PKK di pemerintahan, Persekutuan Ibu Sara menjadi wadah berhimpun para isteri-isteri pelayan firman yakni para pendeta, penatua, Guru Injil dan guru jemaat.

Juga beranggotakan para pendeta perempuan, Guru Injil dan guru jemaat perempuan termasuk para pegawai/karyawan GKI di Tanah Papua yang perempuan.

Nama Sara sendiri diambil dari nama salah seorang Perempuan Papua pertama yang dibaptis menjadi pengikut Kristen pada 1 Januari 1865.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu yang turut hadir dalam perayaan itu, mendorong Persekutuan Ibu Sara untuk terus berperan sebagai penopang para suami dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada sang suami.

Mofu berharap di usia emas 50 tahun, peran Persekutuan Ibu Sara semakin nyata dan kuat dalam mendukung pelayanan rohani, pembinaan ketahanan keluarga juga peningkatan iman anak-anak.

Baca Juga :   Tidak Kerja 20 Hari, PNS Pemkab Wondama Tidak Diberikan Tambahan Penghasilan

“Saudari-saudari adalah wanita yang kuat, yang berdiri untuk menopang suamimu, “pesan Mofu.

Momen ulang tahun emas 50 tahun Persekutuan Ibu Sara GKI di Tanah Papua juga ditandai dengan peluncuran hymne Persekutuan Ibu Sara oleh Ketua Umum Pendeta Maria Watimena/Mofu.

“Hari ini, Selasa, 9 Juni 2026 kami nyatakan lagu hymne Persekutuan Ibu Sara GKI di Tanah Papua sebagai lagu yang dipergunakan sebagai lagu yang wajib dinyanyikan pada ibadah maupun acara-acara resmi Persekutuan Ibu Sara, “ujar Pendeta Maria Watimena

“Dan kiranya melalui lagu ini, Tuhan terus dipermuliakan, ” lanjut Maria.

Turut hadir dalam perayaan tersebut, Sekretaris Umum Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Daniel Kaigere dan Ketua DPRK Teluk Wondama Aplena Dimara.

Juga Ketua TP PKK Grice Ajamiseba/Auri, Ketua GOW Mardiance Rasubala/Marani juga Anggota BP Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII Pendeta Rosalie Wamafma. (Nday)

Baca Juga :   Pertama Kali Musrenbang RKPD Dilakukan di Pulau Roon, Bupati Mambor Minta Pegawai Bawa ‘Dompet’

 

 

Pos terkait