WASIOR, Kabartimur.com –Komunitas perempuan Papua di Kabupaten Teluk Wondama mengusulkan perlunya penyediaan galeri kerajinan sebagai wadah untuk pameran sekaligus pusat penjualan produk kerajinan tangan juga karya seni lainnya yang dihasilkan kaum perempuan Wondama.
Hal itu merupakan salah satu aspirasi yang dijaring Anggota DPR Provinsi Papua Barat (DPRPB), Sarlota Matani dalam kunjungan reses di Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, 5-6 Juni 2026.
“Ibu-ibu Wondama minta supaya ada galeri di Wondama untuk menampung dan menjual hasil kerajinan tangan karena selama ini banyak kerajinan yang mereka buat tetapi tidak ada tempat untuk mereka taruh dan bisa menjual, “kata Sarlota Matani di Wasior, Selasa (9/6/2026).
Mama Ota, demikian panggilan karibnya, mengakui keberadaan galeri kerajinan memang dibutuhkan terutama sebagai wadah untuk memperkenalkan berbagai produk kerajinan tangan asal Wondama sehingga bisa dikenal luas oleh masyarakat.
Termasuk untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah.
“Saya menilai galeri itu memang penting supaya Perempuan Wondama bisa punya tempat untuk menjual kerajinan tangan yang bisa menjadi souvenir atau cinderamata bagi wisatawan yang datang ke Wondama.
Karena itu saya akan berusaha untuk memfasilitasi itu, “ucap Anggota DPRPB dari jalur pengangkatan unsur orang asli Papua (OAP) ini.
Selain menjaring aspirasi dari kelompok Perempuan Papua, dalam reses II Tahun 2026, Mama Ota juga melakukan dialog dengan pengurus Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama.
Serta bertatap muka dengan jemaat Gereja GKI Sjen Jesus Bye Raja Miei Distrik Wasior.
Di kantor DAP, Mama Ota menerima sejumlah usulan antara lain terkait perlunya penataan Gedung Kantor DAP Wondama di Wasior untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat adat setempat.
“Kalau di gereja Sjen Jesus Miei, mereka usulkan untuk pembangunan pastori jemaat binaan mereka. Jadi saya akan tindaklanjuti aspirasi itu ke Pemerintah Provinsi “ujar mantan Staf Ahli Bupati Teluk Wondama ini. (Nday)







