WASIOR, Kabartimur.com – Dermaga rakyat di Kampung Nordiwar, Distrik Roswar Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat yang menjadi satu-satunya dermaga/jembatan yang bisa disinggahi kapal penumpang terancam roboh karena sebagian tiang penyangga sudah patah dan sebagian lainnya sudah keropos termakan usia.
Kepala Kampung Nordiwar Agustinus Kobosibaba mendesak Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama (Pemkab) segera melakukan perbaikan sebelum dermaga kayu itu benar-benar roboh.
“Sudah beberapa kali masyarakat dijanji bahwa mau diperbaiki tetapi sampai sekarang belum-belum juga. Jadi kami minta Pemda segera melakukan perbaikan karena jembatan ini sudah membahayakan karena banyak tiangnya sudah patah, “kata Kobosibaba di Wasior, Senin (3/8/2026).
Menurut Kobosibaba, dermaga laut di Nordiwar tidak hanya sebagai tempat singgah kapal penumpang KM Ekspress Bahari yang melayani rute Wasior-Manokwari PP. Tetapi sudah menjadi urat nadi perekonomian warga Pulau Roswar.
Warga setempat selama ini menjadikan dermaga tersebut sebagai pasar untuk menjual ikan serta hasil laut lainnya juga beragam produk pertanian kepada para penumpang kapal yang singgah di salah satu pulau terluar di Teluk Wondama ini.
“Kalau jembatan ini sampai roboh dan kapal tidak bisa masuk lagi maka masyarakat di Pulau Roswar sudah tidak punya penghasilan lagi. Masyarakat pasti akan susah. Jadi kami sangat bermohon supaya Pemda bisa secepatnya memperbaiki jembatan di Nordiwar, “ujar Kobosibaba.
Anggota DPR Kabupaten Teluk Wondama asal Distrik Roswar, Musa Korneles Sumuai juga meminta Pemda memberi perhatian khusus terhadap kondisi Dermaga Nordiwar yang sudah satu tahun terakhir mengalami kerusakan.
“Kami minta Pemda melalui instansi terkait memberikan perhatian khusus karena kerusakan jembatan ini sudah dari tahun lalu terjadi dan sudah dilaporkan sampai kepada bupati. Roswar itu pulau terluar yang sangat bergantung pada akses transportasi laut, “kata Musa.
“Jadi sangat diharapkan secepatnya ada perbaikan supaya jangan sampai jembatan itu putus total. Kondisi jembatan juga sudah membahayakan karena banyak tiang sudah patah jadi jangan sampai masyarakat ada yang jadi korban, “lanjut anggota DPRK dari jalur pengangkatan Orang Asli Papua ini.
Sebagai informasi, Dinas Perhubungan pada pertengahan 2025 lalu sebenarnya telah merencanakan perbaikan darurat terhadap Dermaga Nordiwar. Namun karena adanya efisiensi anggaran, pembiayaan untuk kegiatan dimaksud ditiadakan.
Beberapa waktu lalu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Wondama Bernadus Setiawan menuturkan, pihaknya telah merencanakan Pembangunan ulang Dermaga Nordiwar dengan konstruksi full permanen sehingga lebih tahan lama.
“Kita sudah rencanakan semua dermaga kayu termasuk di Roswar (Nordiwar) diganti dengan beton supaya tahan lama. Mudah-mudahan anggarannya bisa masuk di perubahan (Perubahan APBD 2026) atau induk 2027 supaya bisa segera dikerjakan, “kata Bernard. (Nday)







