Presiden Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru, Tunjangan Naik dan Beasiswa Diperluas

JAKARTA, Kabartimur.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Usai pertemuan, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

“Tunjangan guru sudah dinaikkan. Untuk guru non-ASN, tunjangannya meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara guru ASN menerima tunjangan sebesar gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain kenaikan tunjangan, pemerintah juga menerapkan sistem baru dalam penyaluran dana tersebut. Kini, tunjangan guru ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima setiap bulan guna memastikan proses yang lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Baca Juga :   KNPI Haltim Protes Lomba Median Peringati HUT RI Ke-77.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk menghadirkan proses birokrasi yang tidak birokratis, sehingga guru dapat memperoleh manfaat langsung dari transfer tunjangan ke rekening mereka setiap bulan,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada kesejahteraan, pemerintah juga terus memperkuat kualitas sumber daya guru melalui program beasiswa pendidikan. Program tersebut ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma IV (D4) atau Sarjana (S1) dan dijalankan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Menurut Abdul Mu’ti, pada tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru dengan bantuan sebesar Rp3 juta per semester.

“Program ini sudah berjalan melalui sistem RPL dan saat ini telah memasuki semester kedua. Insyaallah sebagian peserta akan dapat diwisuda pada tahun ini,” ungkapnya.

Program peningkatan kompetensi guru tersebut akan diperluas pada tahun 2026. Pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru dapat mengikuti program beasiswa dengan besaran bantuan yang tetap sama.

Baca Juga :   Ikut Misa Malam Paskah di Suswa, Pj Bupati Maybrat Sumbang Laptop dan Jawab Aspirasi Masyarakat Saol ini!

“Proses pendaftaran masih berlangsung dan kami terus menunggu para guru untuk mengikuti program ini. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus kualitas guru,” jelas Abdul Mu’ti.

Bagi Presiden Prabowo, guru merupakan elemen kunci dalam membentuk generasi penerus bangsa. Karena itu, peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik menjadi investasi strategis untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Red/*)

Pos terkait