Antisipasi Omicron Masuk Wondama, Mambor Imbau Masyarakat Segera Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp

WASIOR – Bupati Hendrik Mambor mengingatkan masyarakat Teluk Wondama untuk mewaspadai meningkatnya kembali kasus Covid-19 menyusul ditemukannya varian omicron di Indonesia.

Varian omicron diketahui memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan sejumlah varian yang telah ada termasuk varian delta.

Selain terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, Mambor mengimbau masyarakat agar menjalani vaksinasi sehingga bisa terbentuk imunitas tubuh yang kuat.

“Kita harus tetap waspada karena sekarang sudah ada varian baru omicron itu sudah ada di Indonesia. Dan daya sebarnya lebih cepat dari varian delta. Jadi kita harus tetap waspada. Salah satu caranya adalah kita mesti vaksin sebab rata-rata yang kita amati di berbagai daerah justru yang tidak vaksin itu yang terpapar berat, “ujar bupati.

Hal itu disampaikan Mambor pada acara ramah tamah dan vaksinasi bersama PNS Pemkab Teluk Wondama di pendopo kediaman Wakil Bupati di Manggurai, Wasior, Selasa (21/12/2021).

Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Bupati Andarias Kayukatuy, Wakapolres Teluk Wondama Kompol Lang Gia, Ketua FKUB Pendeta Rosalie Wamafma, Ketua MUI Teluk Wondama H.Abudin Ohoimas dan sejumlah tokoh agama lainnya.

Dalam kesempatan itu, bupati kembali mengajak masyarakat termasuk para PNS yang masih enggan menjalani vaksinasi Covid-19 agar mau melakukannya agar secepatnya bisa tercapai kekebalan komunitas (herd immunity) di Wondama.

Bupati menegaskan vaksinasi adalah upaya pemerintah dalam rangka melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari pandemi. Karena itu masyarakat terlebih khusus para PNS berkewajiban untuk mendukung langkah itu demi kebaikan bersama.

Adapun sampai awal Desember 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 di Wondama masih relatif rendah yakni 46,2 persen. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo yakni 70 persen.

“Dari laporan persentase vaksin yang saya terima, di Wondama yang lebih tinggi adalah warga nonOAP (orang asli Papua), kita yang OAP sedikit. Saya membayangkan kalau benar-benar ada serangan yang lebih besar, malah kita OAP yang lebih banyak kena resiko,”ujar Mambor.

“Belajar dari India yang (kasus Covid) sudah turun kemudian karena prokes longgar akhirnya terjadi gelombang baru yang membuat cukup banyak meninggal.  Mari kita belajar dari itu, walaupun kita sudah di level dua kita tetap menerapkan prokes dan lebih bagus lagi kalau kita melaksanakan vaksinasi,”pesan orang nomor satu Wondama itu.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama dr Habel Pandelaki juga mendorong warga termasuk kalangan PNS untuk secepatnya melakukan vaksinasi.

Dia menyatakan vaksinasi menjadi cara terbaik untuk memastikan masyarakat Wondama memiliki kekebalan untuk menangkal varian omicron.

“Kami berharap semua orang vaksin agar kita kebal dulu baru kita bisa urus yang lain. Karena kita tidak bisa duga omicron tiba besok pagi atau lusa, rakyat kita belum kebal. Jangan kita sibuk berdiskusi, rakyat kita belum disiapkan untuk kebal, “ujar Pandelaki. (Nday)

Pos terkait