WASIOR, Kabartimur.com– Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Rabu (10/6/2026) meninjau pembangunan Batalyon TP 862/Ure Wara di Kampung Yopanggar, Distrik Teluk Duairi Kabupaten Teluk Wondama.
Pangdam bersama rombongan didampingi Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, Ketua DPRK Aplena Dimara, Kapolres AKBP Bayu Dewasto serta Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama Adrian Worengga.
Dalam kunjungan itu, Pangdam berkesempatan berdialog dengan warga Kampung Yopanggar yang telah melepaskan lahan seluas 300 x 5.000meter persegi untuk pembangunan Yonif TP 862/Ure Wara.
Ketua DAP Wondama Adrian Worengga mewakili masyarakat adat setempat menyampaikan bahwa masyarakat dengan ikhlas menyerahkan tanah milik mereka untuk pembangunan markas batalyon tanpa ganti rugi alias gratis.
Hal itu karena masyarakat setempat berkeinginan kampung halaman mereka yang merupakan salah satu kampung terluar di Kabupaten Teluk Wondama bisa mengalami kemajuan serta anak-anak mereka mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Kami masyarakat adat sangat mendukung pembangunan Batalyon TP Ure Wara. Lokasi ini diberikan oleh masyarakat adat di tempat ini tanpa kompensasi kepada Kodam XVIII Kasuari. Mereka menyerahkan dengan semangat yang luar biasa. Mereka menyerahkan dengan iklas, “kata Worengga.
Warga Yopanggar meminta agar mereka diikutsertakan dalam proyek Pembangunan Batalyon TP Urewara yang sedang berlangsung.
“Kami mohon agar masyarakat diberdayakan, masyarakat ikut bekerja dalam pekerjaan ini. Pekerjaan apa saja sehingga mereka bisa dapat upah untuk kehidupan mereka. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di atas tanah leluhur mereka sendiri, “ujar Worengga.
Warga juga minta harga material terutama pasir dan batu yang dipakai untuk pembangunan Markas batalyon TP Ure Wara disesuaikan dengan harga material yang berlaku di kota Wasior.
“Sehingga masyarakat tidak dirugikan. Contoh harga pasir per ret berapa di Wasior, harga batu per ret berapa itu sudah jelas juga batu tela. Jadi disesuaikan dengan itu supaya masyarakat tidak merasa dirugikan, “lanjut Worengga.
Tokoh masyarakat Yopanggar Adrian Ayomi menambahkan, pihaknya sedari awal dengan ikhlas melepaskan tanah adat mereka karena berkeinginan anak-anak mereka direkrut menjadi anggota TNI sehingga bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
Karena itu, dia menekankan agar TNI AD memberi prioritas khusus kepada putera-puteri Kampung Yopanggar untuk diterima menjadi anggota TNI.
“Kesepakatan kami dengan Pak Budi (Letkol Budi Setiadi, Dandim Teluk Wondama sebelumnya) bahwa anak-anak kami akan diterima menjadi tentara dan nanti kembali bertugas di sini. Jadi kepada Bapak Panglima, kami mohon ini diperhatikan dengan sunguh-sungguh karena kami lepas tanah adat kami ini tanpa bayar sedikitpun, “kata Ayomi.
Penjelasan Pangdam
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Christian Tehuteru pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kesediaan masyarakat Kampung Yopanggar melepaskan tanah mereka untuk Pembangunan Markas Batalyon TP 862/Ure Wara.
Menurut Pangdam, kehadiran Batalyon TP Ure Wara tidak semata-mata untuk pengamanan teritorial tetapi juga untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih sekali untuk masyarakat di sini yang telah melepaskan tanah untuk Batalyon TP Ure Wara, “ujar Pangdam.
“Harapannya setelah satuan ini hadir di sini, diharapkan bisa menjadi teman, dari teman menjadi sahabat dan akhirnya menjadi keluarga. Dengan adanya satuan ini juga dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat di sini, “lanjut Tehuteru.
Terkait keterlibatan masyarakat dalam proyek pembangunan markas Batalyon TP Ure Wara, Pangdam mendukung. Dia minta kontraktor pelaksana agar mengatur pelibatan warga Yopanggar sebagai tenaga kerja.
“Kalau memang banyak jumlahnya, bisa dipakai sistem rotasi. Jadi ada kelompok yang pertama selesai, diganti kelompok lainnya biar semua bisa merasakan, “ujar Jenderal TNI dua bintang ini.
Selanjutnya, terkait rekrutmen menjadi anggota TNI AD, Pangdam minta kepala kampung Yopanggar mendata anak-anak muda usia sekolah yang berkeinginan menjadi tentara agar dipersiapkan sejak dini.
“Apabila dari kampung ini ada putera-puterinya berkeinginan jadi anggota TNI AD, mohon di data. Tapi harapannya mulai dari yang masih kelas I SMA yang punya keinginan masuk tentara supaya sudah bisa dilatih dari awal, “kata Pangdam.
Dia juga berpesan kepada para orang tua agar memperhatikan pendidikan anak-anak agar jangan sampai putus sekolah.
Termasuk memperhatikan keseharian anak-anak yang berniat menjadi tentara agar tidak terlibat dalam perilaku negatif seperti mabuk-mabukan, merokok juga pergaulan bebas.
“Karena itu anak-anak usia sekolah harus sekolah. Jangan sampai putus sekolah agar bisa punya masa depan. Juga perlu dipersiapkan agar hidup sehat. Jangan minum, jangan begadang, jangan bertato, jangan bertindik, “pesan Jenderal Tehuteru.
Adapun pembangunan Markas Yon TP 862/Ure Wara sudah memasuki tahap II dengan progres fisik sudah mencapai sekitar 30 persen.
Rencananya Batalyon TP Ure Wara akan diisi personel dari sejumlah satuan TNI AD antara lain infateri, zeni juga satuan pertanian dan peternakan. (Nday)







