WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Elysa Auri menegaskan tantangan utama yang dihadapi Kabupaten Teluk Wondama yang kini telah memasuki usia ke-23 tahun adalah masih lemahnya sumber daya manusia (SDM) serta ekonomi masyarakat yang masih rendah.
Karena itu peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pembinaan generasi muda serta penguatan ekonomi merupakan agenda prioritas yang akan terus dikerjakan Pemerintah Daerah hari ini dan ke depan.
Hal itu disampaikan Auri dalam pidatonya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Wondama, Senin, 13 April 2026 di lapangan apel Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei.
Bupati menekankan penguatan kualitas SDM baik di lingkup pemerintah maupun masyarakat harus terus dilakukan agar tercipta SDM Wondama yang unggul dan memiliki daya saing tinggi.
“Sebab pada akhirnya keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusia dalam menggerakkan dan mengelola setiap proses pembangunan itu sendiri, “tandas Auri.
Menurut bupati, pembinaan generasi muda juga harus mendapatkan perhatian Pemda serta dukungan dari semua pihak.
Karena generasi muda merupakan harapan masa depan yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan daerah.
Di samping itu, lanjut Auri, penguatan ekonomi masyarakat juga merupakan agenda penting yang harus terus didorong melalui pengembangan berbagai potensi daerah serta pemberdayaan ekonomi lokal.
“Serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ucap orang nomor satu Pemkab Wondama ini.
Kabupaten Teluk Wondama memasuki usia ke-23 tahun pada 12 April 2026. Teluk Wondama yang dahulunya merupakan bagian dari Kabupaten Manokwari kini resmi menjadi daerah otonom baru pada 12 April 2003.
Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Wondama dirayakan dengan upacara bendera yang dengan Bupati Elysa Auri sebagai Pembina upacara dan Yance Pesurnai, Kepala Dinas PMPTSP selaku pemimpin upara.
Upacara bendera dihadiri Wakil Bupati Anthonius Alex Marani bersama Sekda Aser Waroi dan seluruh jajaran ASN hingga tingkat kampung.
Turut Asisten I Setda Provinsi Papua Barat Syors Ortisans Marini, Ketua DPRK Teluk Wondama Aplena Dimara bersama unsur pimpinan dan anggota juga para tokoh pejuang pemekaran Teluk Wondama. (Nday)







