HUT PI ke-157 di Wondama, Klasis GKI Ingatkan Umat Kristen Waspadai Isu SARA Jelang Pemilu 2024

WASIOR – Badan Pekerja Klasis GKI (Gereja Kristen Injili) Wondama mengingatkan semua pihak terutama umat Kristiani di daerah itu agar mewaspadai penggunaan isu SARA untuk memecah belah kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat. Terutama menjelang Pemilu Serentak 2024.

Hal itu disampaikan pada momentum perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-157 di Wondama, 4 Mei 2023 di kawasan Situs Batu Peradaban Bukit Aitumeiri Miei, Wasior pada Kamis pagi.

“Isu SARA menjadi kendaraan efektif untuk menciptakan perpecahan dalam masyarakat. Karena itu gereja sebagai bagian integral dari masyarakat terpanggil memperbaharui dan membangun sendi-sendi persatuan dan perdamaian masyarakat, “demikian pesan Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Antipas Paririe.

Pesan itu disampaikan melalui sambutan tertulis dibacakan Wakil Ketua Agustinus Sawaki.

Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor juga berpesan kepada segenap umat Kristiani di daerah itu agar menjadikan HUT PI ke-157 sebagai pelecut semangat untuk semakin memperkuat kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.  Termasuk dengan umat beragama lain.

Baca Juga :   Polres Wondama Luncurkan Aplikasi SIWERI : Urus SIM dan SKCK Cukup dari Rumah, Bisa Laporkan Polisi Nakal

“Menjaga ketertiban dan keamanan menjelang Pilpres Pileg dan Pilkada tahun 2024, menjaga dan memelihara lingkungan dengan baik, “ lanjut Mambor dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Denny Simbar.

Umat Kristiani di Kabupaten Teluk Wondama khususnya jemaat GKI 2023 merayakan hari masuknya Injil ke-157 tahun itu dengan ibadah syukur meriah.

Salah satunya dipusatkan kawasan Situs Batu Peradaban di Aitumeiri,  Miei Wasior yang dihadiri ratusan umat.

Sejarah mencatat, Injil pertama kali diwartakan bagi penduduk asli Wondama pada 4 Mei 1866 tepatnya di Kampung Yomber, Pulau Roswar.

Masuknya Injil di Wondama berselang 11 tahun setelah ‘Firman Allah’ itu tiba di Papua yakni di Pulau Mansinam, Manokwari pada 5 Februari 1855.

Frans Mosche, seorang pendeta asal Belanda merupakan penginjil pertama yang diutus untuk mengenalkan Injil bagi orang Wondama.

Baca Juga :   Ketua DPRD dan Bupati Masuk Bursa Ketua DPD, Musda Golkar Teluk Wondama Ditunda

Dari Roswar, pewartaan Injil terus berlanjut ke Windesi, Roon, Kaibi hingga Aitumeiri di Wasior dan akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Teluk Wondama.

Masuknya Injil  menjadi tonggak lahirnya peradaban baru bagi orang Wondama juga orang Papua secara keseluruhan. (Nday)

Pos terkait