Hasil Konfrensi ll Tetapkan Muksin Rahakbauw Sebagai Ketua PWNU Papua Barat

  • Whatsapp

MANOKWARI- Hasil Konfrensi II Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Papua Barat menetapkan Haji Muksin Rahakbauw sebagai ketua PWNU Papua Barat dan Ketua Rois Suriah Kyai Haji Abdul Kholik. Keduanya terpilih berdasarkan suara mayoritas dari Pengurus Daerah Nahdatul ulama.

Pengurus Besar Nahdatul Ulama Kyai Haji Salim Al-Jufry usai menutup konfrensi II PWNU Papua Barat mengatakan, setelah terpilihnya pengurus Nahdatul ulama Papua Barat, maka yang paling penting adalah menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai pendorong dan penyelamat agar  NU Papua Barat akan lebih baik

“Jangan sampai kita hanya ramai pada saat kita, saat konferwil, setelah itu kita tidur rame-rame sambil menunggu konferwil yang akan datang baru mulai kaget lagi ketika di ingatkan bahwa masa khidmatnya selesai, kalau begini kita akan memberikan sesuatu kepada umat” Kata Kyai Haji Salim Al Jufry, Sabtu 7 Desember 2019

Menurutnya tantangan yang menjadi pekerjaan kedepan merupakan beban Nahdatul ulama akhir-akhir ini hal ini akan menjadi batu ujian untuk melangkah kedepan.

“Ini adalah batu ujian bagi NU, sebagai ketua pengurus Besar NU kami menitipkan kepada semua NU di Daerah agar lebih hati-hati dan tidak mudah terpancing, apalagi kita menari di balik gendang yang di tabuh oleh orang lain” pesan Al Jufry.

Dia menegaskan kepada warga NU di Wilayah Papua Barat bahwa yang paling penting adalah memegang teguh prinsip wastiyah, prinsip moderat dan prinsip kelembutan yang akan terus menjadi ciri Nahdatul ulama kedepan

“Wasatiyah menjadi prinsip yang harus di bekal dengan ilmu dan kesadaran yang tinggi agar NU tetap menjadi dambaan masyarakat Indonesia, Prinsip NKRI Harga Mati karena disinilah letak peran kita terhadap kemajuan bangsa dan Negara” Ujarnya.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Papua Barat terpilih, Haji Muksin Rahakbauw mengatakan setelah berakhirnya Konfrensi Wilayah II PWNU Papua Barat komitmen yang utama kedepan yakni mengembalikan citra Nahdatul ulama di Papua Barat di bawah kepemimpinannya.

“NU merupakan organisasi besar yang menjadi rumah besar kita di Papua Barat maka saya berkeyakinan dengan kepengurusan yang baru  berupaya keras dalam rangka memperbaiki citra Nahdatul ulama” Kata Muksin Rahakbauw.

Dia menambahkan, Nahdatul ulama sebagai mitra strategis bagi pemerintah Daerah untuk  siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab  membantu pembangunan di Wilayah dan Daerah sebagaimana layaknya suatu organisasi kemasyarakatan.

Hasil konfrensi wilayah II PWNU Papua Barat kemudian dibentuk Mit formature dan direncanakan akan hasilnya akan di bawah oleh pengurus Besar NU ke Jakarta untuk segera di terbitkan surat keputusan (SK) Kepengurusan.

(AD)

Pos terkait