Dandim 1801/Manokwari: Masyarakat Harus Sadar, Covid-19 Merupakan Ancaman Nyata

MANOKWARI- Pandemi covid-19 di Provinsi Papua Barat, dari 13 kabupaten/kota, hanya Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) yang kategori zona hijau dan belum ditemukan kasus positif covid19.

Sehubungan dengan itu, Dandim 1801/Manokwari, Kolonel Arm Airlangga menilai bahwa yang paling penting saat ini bagaimana merubah mindset (pola pikir) masyarakat supaya sadar bahwa covid-19 merupakan ancaman nyata.

“Pada prinsipnya kalau saya melihat dan mengevaluasi kondisi disini, sekarang ini bukan lagi soal bagi-bagi masker atau operasi penegakan protokol kesehatan, tetapi yang lebih penting menurut saya adalah bagaimana merubah mindset masyarakat. Jadi yang kita dobrak adalah mindset supaya masyarakat sadar ini covid-19 merupakan ancaman nyata,” kata Kolonel Arm Airlangga.

Menurutnya, ditengah pandemi covid19 saat ini dibutuhkan strategi anti mainstream untuk merubah pola pikir masyarakat.

Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tanggungjawab terhadap masyarakat, harus memfokuskan operasi untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan untuk tidak menganggap remeh pandemic covid ini.

Baca Juga :   Idul Adha 1444H, Pj Gubernur Papua Barat Berikan Sapi Kurban 45 Ekor Kepada 6 Kabupaten

“Mohon maaf ya, kalau hanya sekedar bagi-bagi masker tapi mindset masyarakat tidak berubah, habis kita bagikan maskernya tapi mereka tidak punya kebiasaan memakai masker, ya maskernya dilepas lagi. Misalnya jam 10 pagi saya bagikan masker, belum tentu jam 11 atau 12 siang masker itu dipakai lagi. Kesimpulannya kan bagaimana mindset masyarakat terhadap covid ini harus berubah, masyarakat harus sadar bahwa mereka harus menjaga diri masing-masing, menjaga keluarga masing-masing agar terhindar dari covid,” ujarnya.

Dandim menyebut bahwa realita yang terjadi saat ini masih bnayak warga yang suka berkumpul dan tidak menerapkan protokol kesehatan yakni tidak menjaga jarak, tidak memakai masker dan perilaku seperti ini masih jauh dari apa yang diharapkan sesuai protokol kesehatan.

“Sebetulnya simple, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker yang selama ini mungkin jarang dilakukan namun karena pandemi covid akhirnya harus totalitas. Makanya kebiasaan harus berubah, dan kebiasaan itu kan tercipta dari mindset, kalau otak kita memerintahkan ya harusnya bisa,” ujarnya.

Baca Juga :   Sidang Perdana Kasus Tipikor KPU Fakfak, Pengacara Terdakwa Protes JPU

Ditanya mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi covid-19, Airlangga mengatakan bahwa di setiap Koramil yang berada di wilayah kerja Kodim 1801/Manokwari Manokwari ada Tim Penegak Protokol Kesehatan yang akan melakukan operasi namun bukan lagi operasi masker tetapi tim akan mendatangi langsung warga untuk memberikan public Knowledge juga pemahaman kepada masyarakat lainnya yang mungkin masih apatis.

“Membagi-bagikan masker penting, tapi jauh lebih penting merubah mindset masyarakat terhadap covid ini. Bila masyarakat sadar akan bahaya covid ini, maka dengan sendirinya sadar dan berupaya agar terhindar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19” pungkasnya

Pos terkait