Stok Bapok Dijamin Aman Hingga Idul Fitri 1445 H, Pemkab Teluk Wondama Siap Gelar Pasar Murah

WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menjamin ketersediaan atau stok barang kebutuhan pokok (bapok) cukup untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Namun demikian Pemkab tetap mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bapok khususnya untuk komoditi tertentu seperti beras dan telur yang dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami kenaikan harga.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Andarias Kayukatuy usai melakukan inspeksi ketersediaan dan harga bapok bersama jajaran Forkopimda dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) ke pasar dan sejumlah toko serta kios penyalur bapok di kota Wasior, Senin, 26 Maret 2024.

“Kalau melihat stok yang ada, kita pastikan cukup sampai dengan Lebaran. Tinggal harganya yang mengalami sedikit peningkatan terutama beras, minyak goreng masih normal, telur dan daging ayam juga sedikit naik, “ucap Andi, panggilan karib Wakil Bupati.

Andi mengatakan Pemkab berupaya menekan harga bapok agar tidak semakin membebani masyarakat.

Baca Juga :   Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Wondama Target Partisipasi Pemilih Tembus 77 Persen

Langkah yang dipersiapkan adalah melakukan operasi pasar murah yang rencananya mulai digelar beberapa hari ke depan.

“Langkah-langkah yang kita buat dengan melakukan operasi pasar murah di sini sehingga masyarakat yang merasa bahwa membeli beras di toko itu mungkin terlalu mahal mereka bisa beli di pasar murah yang akan dilakukan oleh Pemda melalui Dinas Perindagkop dalam waktu dekat ini, “kata orang nomor dua Pemkab Wondama ini.

Sekretaris Daerah Aser Waroi selaku Ketua TPID menambahkan, meski stok bapok diyakini aman sampai Idul Fitri, namun Pemkab tetap mengantisipasi kemungkinan adanya kelangkaan untuk jenis bapok tertentu seperti telur ayam yang banyak dicari masyarakat.

“Kalau terjadi kekurangan maka Pemda harus lakukan bagaimana (menjalin) hubungan dengan (distributor Bapok) Manokwari sehingga dari Manokwari bisa memasukan atau dari Nabire. Itu yang nanti kita bicara dengan vendor-vendor yang jadi mitra Dinas Perindagkop, “jelas Waroi.

Baca Juga :   Dinas PUPR Sebut Tahun Depan Wondama Kebagian DTI 94 Miliar, 20 Miliar untuk Perumahan

Berdasarkan inspeksi lapangan, didapatkan beras merupakan komoditi pangan yang paling tinggi kenaikannya. Untuk beras medium dijual Rp15 ribu sampai 16 ribu perkilo.

Sementara beras premium dilepas Rp17 ribu sampai 17.500 perkilo. Adapun beras Bulog paling tinggi yakni mencapai Rp20 ribu perkilo.

Di beberapa toko swalayan, beras medium dilepas antara Rp77 ribu sampai 78 ribu untuk kemasan lima kilo. Sementara untuk kemasan 10 Kg bervariasi antara Rp146 ribu sampai 153 ribu.

Sedangkan beras premium merk Betet Rp80 ribu untuk kemasan lima kilo, Rp165 sampai 166 ribu untuk kemasan 10 Kg dan Rp330 sampai 355 ribu untuk kemasan 20 Kg.

“Untuk stok (beras) kita masih cukup, “’ kata Bram Darmaji, pemilik toko swalayan Koko Mart.

Komoditi Bapok lain yang juga mengalami kenaikan adalah telur ayam dari sebelumnya Rp60 ribu menjadi 70 hingga 75 ribu satu rak. Adapun minyak goreng merk MinyakKita dijual Rp14 ribu hingga Rp15 ribu perliter.

Baca Juga :   Berlayar dari Surabaya Tanpa Rapid Test, Tiba di Wasior Satu ABK Kapal Kontainer Positif Corona

Sementara minyak goreng kemasan merk Bimoli Rp21 ribu/liter atau Rp246 ribu untuk satu dos. Namun harga ini bisa menembus 25 ribu perliter jika dibeli di pasar rakyat.

Bawang merah dan bawang putih relatif stabil dengan harga jual Rp50 ribu sampai Rp 60 ribu perkilo.

Demikian pula daging ayam beku masih stabil dengan kisaran Rp45 ribu hingga 50 ribu perkilo.

Gula pasir pun masih terhitung stabil. Gula kemasan curah dijual Rp17 ribu sedangkan gula kemasan premium antara Rp20 ribu sampai 21 ribu perkilo.

Selain Wakil Bupati, turut serta dalam peninjauan stok dan harga bapok, Kapolres AKBP Hari Sutanto, Dandim 1811/Teluk Wondama Letkol Inf Budi Setiadi, Sekda Aser Waroi, Asisten II Setda Jimmy Suila serta beberapa kepala OPD terkait. (Nday)

 

 

Pos terkait