WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama Papua Barat, Elysa Auri bersama Kapolres AKBP Bayu Dewasto, Kamis (30/4) melakukan panen perdana jagung di Kampung Webi, Distrik Rasiei yang merupakan kolaborasi Pemda dengan Polres Teluk Wondama dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.
Jagung yang dipanen ditanam pada 27 Desember 2025 di atas lahan sekitar 1 hektare.
Lahan itu dikelola oleh dua kelompok tani Kampung Webi yang dipelopori oleh Abihud Mbari dan Hirkanus Mbari. Keduanya merupakan sosok petani andalan di Teluk Wondama.
Adapun berdasarkan perhitungan sementara, hasil panen diperkirakan mencapai 2,7ton sehingga setelah dikeringkan bisa diperoleh antara 1,8 hingga 2ton jagung pipil kering.
Bupati berharap apa yang dilakukan dua kelompok tani Kampung Webi bisa menjadi contoh bagi petani lainnya di Kabupaten Teluk Wondama dalam memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan-lahan kosong yang ada di sekitar kampung.
“Ini satu contoh yang baik untuk kita terutama masyarakat di sekitar sini. Saya berharap tidak hanya karena program pemerintah kitong bikin ini. Saya sudah minta kepala dinas pertanian, bagaimana kita menumbuhkan semangat masyarakat supaya ada lahan di sekitar kita harus seperti ini (ditanami), “kata bupati.
Bupati menyatakan Pemda melalui instansi terkait akan terus memberikan dukungan berupa alat pertanian, benih, pupuk hingga penyediaan sarana penunjang lainnya.
“Ini sederhana tetapi bermanfaat bagi masyarakat. Jadi saya mengajak mari terus bercocok tanam, bertani. Nanti pemerintah yang siapkan alat-alatnya, bapak dorang siapkan tempatnya, tinggal tanam saja, “ucap orang nomor satu Wondama.
Kapolres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewasto mengatakan pengembangan komoditi jagung kolaborasi Pemda dengan Polres dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bayu berharap ke depan pengembangan komoditas jagung di Wondama terus berlanjut dan semakin luas sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
“Hasilnya cukup menggembirakan, mudah-mudahan ini bisa terus berkembang dan bisa mencukupi yang utama untuk (kebutuhan) lokal di kabupaten Teluk Wondama dan kemudian jika ada lebihnya bisa kita jual ke Bulog, “kata Bayu.
Tingkatkan Pendapatan Petani
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama Korneles Paduai menjelaskan, koloborasi Pemda dan Polres Teluk Wondama dalam pengembangan komoditi jagung sudah berjalan sejak tahun 2025.
Beberapa lokasi lain seperti di Kampung Sobei dan Warayaru, Distrik Teluk Duairi juga di Kampung Wondiboi Distrik Wondiboi telah melakukan panen sebelumnya.
“Program ini dilakukan di pusat hingga daerah dan telah kita mulai dari tahun 2025 yang mana kita menyiapkan benihnya, jadi benih jagung dan sayuran untuk 23 ha di Teluk Wondama, “papar Paduai melalui sambungan telepon, Jumat (1/5).
Dia mengatakan pengembangan komoditas jagung yang dilakukan selama ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan. Target utama sesungguhnya adalah meningkatkan pendapatan petani.
Khusus di Kampung Webi, Paduai menjelaskan, dari perhitungan yang dilakukan pihaknya, pendapatan yang bisa diperoleh para petani setempat berkisar 5-8 juta untuk sekali panen.
“Kami sudah hitung, di lahan itu, selain jagung bisi II, mereka juga tanam jagung manis yang sudah dipanen lebih dulu. Dari data yang sudah kami ambil, untuk jagung manis itu, Pak Abihud dapat 1,5 juta, Pak Hirkanus 3 juta, “jelas Paduai melalui sambungan telepon, Jumat (1/5)
Dari penerimaan tersebut apabila ditambahkan dengan hasil penjualan jagung pipil kering, yang mana dipasar lokal saat ini seharga 5000/kilo, maka total pendapatan yang diperoleh keduanya diperkirakan mencapai Rp6-8 juta sekali panen.
“Untuk jagung pipil kering itu 5000 perkilo maka kalau dikalikan 2 ton, kedua petani mendapatkan 10 juta jadi masing-masing 5 juta. Sehingga untuk Bapa Abihud ditambah 1,5 juta jadi Rp6,5 juta. Dan untuk Bapa Hirkanus 5 juta tambah 3 juta jadi Rp8 juta, “terang Paduai.
“Jadi target kami memang untuk meningkatkan pendapatan petani. Karena itu kami harapkan apa yang dilakukan Bapa Abihud dan Bapa Hirkanus di Webi ini bisa menjadi motivasi bagi petani lain, “ujar mantan Kabid Hortikultura ini. (Nday)







