Nikmatnya Mandi Matahari di Pulau Terapung Womaduri

  • Whatsapp

Perahu berwarna merah dengan irisan kuning dan biru itu melaju perlahan di ujung selat Sobei, Distrik Teluk Duairi, Kabupaten Teluk Wondama, Sabtu menjelang tengah hari. Haluannya yang runcing tajam kemudian berbelok menghampiri sebuah pulau kecil di atas lautan. Daratannya hanya berupa hamparan pasir putih laksana kapas yang sedang melayang di permukaan air.

Seperti tak sabar, enam orang yang menumpang perahu itu langsung lompat ke pasir dan lantas berenang bersama menikmati segenap keelokan yang tersedia.

“Tempatnya panas tapi pantainya jernih sekali, airnya juga segar jadi enak sekali untuk mandi, “ kata Tia Mamuly, salah satu penumpang perahu.

Pasir Timbul Womaduri, demikian masyarakat Teluk Wondama memberi nama daratan kecil itu. Dinamakan demikian karena pulau berbentuk oval ini hanya berupa tumpukan pasir yang seperti bertumbuh dari dalam laut. Tak ada batu karang atau pepohonan layaknya pulau pada umumnya.

Hanya di bagian tengah pulau yang letaknya sedikit lebih tinggi dari lautan yang tampak dipenuhi rerumputan dan sedikit belukar. Tidak heran, pulau dengan ukuran sekitar 60 x 20 meter ini menjadi spot yang sangat ideal untuk bermandi matahari.

“Dulu di tengah ini ada pohon tapi sudah roboh karena dihantam ombak, “ kata Yance Wanma, penumpang perahu lainnya.
Yance bersama 5 orang rekannya memilih Pasir Timbul Womaduri sebagai tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan dari Pulau Roon. Letaknya yang berada di jalur perlintasan kapal maupun perahu rakyat membuat Pulau Womaduri sering dijadikan sebagai tempat transit oleh masyarakat yang melintas dengan perahu.

“Di sini panas tapi lautnya bersih jadi enak buat mandi. Buat yang suka berjemur panas (matahari) di sini sudah tempatnya, “ ujar Yance sembari menyeburkan diri ke laut.

Nomensen Mambobo yang bertindak sebagai pemegang kemudi atau motoris mengaku sering mampir di Pasir Timbul Womaduri sekedar untuk mencari angin sembari berendam di lautnya yang segar dan jernih.

Dengan segala keunikannya, Nomensen berpandangan, Pasir Timbul Womaduri seharusnya bisa menjadi salah satu objek wisata. Setidaknya menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin bermandi matahari dengan berjemur di atas hamparan pasir putih.

“Coba kalau bisa diatur baik pasti orang mau datang ke sini. Turis-turis dorang itu kan suka berjemur di atas pasir putih, pasti dorang mau datang yang penting ada fasilitas penunjang di sini, “ kata Nomensen yang merupakan ASN Pemkab Teluk Wondama.

Secara geografis, berada di wilayah Kampung Sobei, Distrik Teluk Duairi. Akses menuju pulau terapung ini cukup mudah karena hanya berjarak lebih kurang 300 meter dari ujung dermaga Sobei.

Jika ingin menggunakan jalur darat, anda tidak perlu kuatir karena akses jalan sudah cukup bagus. Hanya butuh lebih kurang 30 menit menggunakan motor atau mobil dari kota Wasior, Ibukota Teluk Wondama.

Belum ada data resmi yang mengkonfirmasi kapan pastinya Pasir Timbul Womaduri muncul di selat Sobei. Namun dari cerita masyarakat Teluk Wondama, daratan kecil ini sudah ada sejak dulu. Konon, pulau mungkil ini sering berubah-ubah ukurannya tergantung kekuatan ombak laut maupun pasang surut air laut.

Karena permukaannya yang nyaris rata dengan lautan, ketika air sedang pasang Pasir Timbul Womaduripun ikut tenggelam menyisakan bagian kecil di tengah pulau.

“Pulau ini juga sering pindah-pindah kadang dia agak ke utara karena pasirnya timbul lebih banyak di sana mungkin karena tekanan air laut, “ jelas Yance.

Dinas Pariwisata Teluk Wondama sebenarnya telah memasukan Womaduri sebagai salah satu objek wisata yang ditawarkan kepada wisatawan. Sayangnya sampai saat ini belum tampak ada langkah nyata yang diambil ‘menjual’ pulau terapung ini kepada wisatawan.

Pun demikian dengan fasilitas penunjang seperti tempat berteduh maupun angkutan khusus untuk melayani wisatawan yang ingin berkunjung.

“Dulu waktu jaman Pak Yapi (Almahrum Yapi Mabui, Mantan Kepala Dinas Perikanan Teluk Wondama) sudah dibangun ada rumah kecil di tengah pulau tapi karena tidak dirawat jadi sudah rusak dihantam angin dan gelombang, “ ungkap Yance yang mengaku sudah sering datang ke Pasir Timbul Womaduri. (Nday)

Pos terkait