WASIOR, Kabartimur.com – Pengurus Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Gerejawi (Pesparawi) Daerah (LPPD) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat Periode 2025-2030 resmi dilantik oleh Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, Senin (22/6/2026) di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati di Rasiei.
Sekda Aser Waroi menjadi ketua umum dengan Paulus Indubri sebagai ketua harian.
Bupati Elysa Auri melalui sambutan tertulis menekankan bahwa LPPD bukan hanya sebagai organisasi yang menyiapkan Pesparawi di tingkat daerah. Namun lebih daripada itu, LPPD adalah wadah pelayanan yang memiliki nilai rohani, sosial dan nilai budaya.
LPPD juga berperan untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki iman, disiplin, kebersamaan serta semangat untuk terus memuliakan Tuhan dan kemajuan daerah.
“LPPD juga memiliki peranan penting untuk memperkuat hubungan antargereja, hubungan antara denominasi dan memperkuat semangat persaudaraan di Kabupaten Teluk Wondama,” kata Bupati Auri dalam sambutan yang dibacakan wakil bupati.
Kepada pengurus baru, bupati berpesan agar terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dengan menjadikan LPPD sebagai rumah bersama bagi seluruh gereja dan Umat Kristen di Kabupaten Teluk Wondama.
Pengurus LPPD juga diminta terus melakukan pembinaan secara berjenjang hingga ke distrik dan kampung-kampung dengan melibatkan generasi muda agar mereka memiliki ruang untuk mengembangkan talenta menjadi generasi penerus gereja.
“Jalankan tugas dengan tulus, profesional dan bertanggungjawab. Susunlah program kerja yang nyata, terukur dan memberikan dampak bagi pembinaan iman, pengembangan bakat serta persatuan warga masyarakat, “pesan orang nomor satu Wondama.
Sebagai ketua umum, Sekda Aser Waroi mengajak pengurus LPPD yang baru dilantik agar memperkuat kerjasama dengan semangat baru untuk bisa meraih sukses dalam ajang Pesparawi tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
“Target kita adalah Kabupaten Teluk Wondama harus mendapatkan champions tahun depan di Fakfak (Pesparawi tingkat Provinsi Papua Barat). Jadi saya harap kita semua kerjasama, baku dengar, yang junior dengar yang senior, “kata Waroi. (Nday)







