TORAJA UTARA, KABARTIMUR.COM– Sebuah mobil boks pengantar ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) To Tombi menghantam tempat penggilingan daging milik Mama Ela di Balele, Kabupaten Toraja Utara, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.
Benturan keras tersebut menyebabkan bangunan semi-permanen itu luluh lantak. Hampir 70 persen struktur bangunan mengalami kerusakan parah. Tak hanya bangunan, mesin penggilingan daging yang menjadi peralatan utama usaha Mama Ela juga hancur akibat insiden tersebut.
Sopir mobil boks diduga mengemudi dalam kondisi mengantuk akibat kelelahan. Kendaraan yang melaju kencang itu bahkan menghantam bangunan hingga batang kayu menembus kaca depan mobil.
“Mobilnya melaju kencang sampai batang kayu menembus kaca depan,” ungkap Mama Ela saat ditemui di lokasi kejadian.
Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius. Aktivitas penggilingan daging di lokasi itu biasanya baru dimulai pukul 12.00 WITA. Saat kejadian berlangsung, para pekerja belum tiba sehingga tidak ada orang di dalam bangunan.
Sementara sopir dan seorang pendamping yang berada di dalam mobil boks dilaporkan selamat.
Meski tidak menelan korban jiwa, dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bangunan yang rusak harus dibongkar total dan dibangun kembali, sedangkan mesin produksi juga membutuhkan penggantian.
Mama Ela mengungkapkan, mesin penggilingan yang hancur tersebut telah digunakan selama belasan tahun. Saat pertama kali dibeli, harganya sekitar Rp20 juta. Namun, harga mesin sejenis saat ini diperkirakan telah mencapai Rp50 juta.
Di tengah kerugian besar yang dialaminya, Mama Ela mengaku pihak SPPG To Tombi telah menyampaikan kesediaan untuk bertanggung jawab dan mengganti seluruh kerugian akibat kecelakaan tersebut.
“Mereka bilang mau ganti semua. Mungkin sopirnya capek kerja,” kata Mama Ela.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pimpinan SPPG To Tombi belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan, evaluasi jam kerja pengemudi, maupun mekanisme dan kepastian realisasi ganti rugi kepada korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan pengemudi dan pengawasan operasional kendaraan distribusi program MBG agar aktivitas pelayanan tidak justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (Red/Matius)






