TORAJA UTARA, KABARTIMUR.COM- Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama sejumlah pihak menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di RSUD Pongtiku, Jumat (25/9/2026).
Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong hadir langsung menyapa para pasien sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga yang bersiap menjalani operasi.
Kehadiran Bupati menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Toraja Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Frederik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
> “Kami sungguh sangat berterima kasih atas kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak ini. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat Toraja Utara, khususnya mereka yang kurang mampu namun sangat membutuhkan operasi katarak,” ujar Frederik.
Tak hanya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan bakti sosial, Bupati juga mendorong RSUD Pongtiku mulai mempersiapkan fasilitas operasi katarak secara mandiri.
Hal itu menyusul masih didatangkannya sejumlah peralatan operasi katarak dari luar daerah. Frederik meminta Direktur RSUD Pongtiku memasukkan kebutuhan pengadaan peralatan tersebut ke dalam perencanaan dan penganggaran rumah sakit.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas operasi mata secara mandiri akan memperkuat kemampuan RSUD Pongtiku dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar daerah.
### 78 Pasien Dinyatakan Layak Operasi
Bakti sosial operasi katarak tersebut melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Kerukunan Keluarga Nonongan, BCA, Dinas Kesehatan Toraja Utara, serta jajaran manajemen RSUD Pongtiku.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh PERDAMI Pusat di bawah kepemimpinan Prof. Dr. dr. Andi Arus Victor, SpM(K).
Dukungan juga datang dari Panitia Bakti Sosial Kerukunan Keluarga Tallulembangna Jabodetabek yang diwakili Adriel Rumengan dan Ati Andilolo, serta Kerukunan Nonongan Jabodetabek yang diwakili Garo Rantetoding dan Jhon Bari.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 85 warga mengikuti skrining awal yang digelar pada 19 September 2026.
Setelah menjalani pemeriksaan fisik dan medis, sebanyak 78 pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak sehingga dapat kembali beraktivitas secara lebih optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (Red/MTS)






