Hari Ketiga Pencarian Yanto Idorway Belum Membuahkan Hasil, Tim SAR Gabungan Perluas Area di Air Terjun Memti

Manokwari, kabartimur.com – Harapan keluarga untuk menemukan Yanto Idorway, wisatawan yang hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, masih belum terwujud. Memasuki hari ketiga Operasi SAR, Selasa (21/7/2026), Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian secara intensif, namun korban belum berhasil ditemukan.

Yanto Idorway dilaporkan hanyut pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT saat berusaha menyeberangi aliran sungai bersama dua rekannya dalam perjalanan menuju Air Terjun Memti. Upaya pencarian yang sempat dilakukan rekan korban tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Basarnas.

Operasi pencarian hari ketiga diawali dengan apel dan briefing di Posko SAR pada pukul 08.00 WIT yang melibatkan personel Kantor SAR Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, serta unsur potensi SAR lainnya.

Baca Juga :   Pengumuman Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Tahun 2024

Sekitar pukul 08.20 WIT, tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rescue Car, tujuh kendaraan Hilux, tiga motor trail milik Kodim Pegaf, dan empat motor trail Polres Pegaf. Setelah menempuh perjalanan darat yang cukup berat, tim tiba di lokasi pada pukul 11.04 WIT dan langsung membagi personel ke sejumlah sektor pencarian.

Selain menyisir sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar lokasi korban diduga hanyut, tim juga mengoperasikan drone thermal untuk memantau area dari udara, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 14.50 WIT, seluruh Search and Rescue Unit (SRU) belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim kemudian kembali ke Posko SAR dan tiba sekitar pukul 17.20 WIT untuk melakukan evaluasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., mengatakan seluruh unsur SAR telah bekerja maksimal meski dihadapkan pada medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Seluruh unsur SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan metode penyisiran darat serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Namun hingga hari ketiga korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan kami lanjutkan kembali besok dengan evaluasi hasil pencarian hari ini dan penyesuaian area pencarian,” ujar Yefri.

Sebanyak 33 personel diterjunkan dalam operasi ini dengan dukungan berbagai peralatan, mulai dari Rescue Car, kendaraan operasional, drone thermal, motor trail, peralatan komunikasi, perlengkapan SAR air, mountaineering, hingga peralatan evakuasi.

Baca Juga :   Akhir Maret, Baru 50 Persen Pejabat Laporkan LHKPN

Proses pencarian juga menghadapi tantangan berat berupa kabut tebal yang membatasi jarak pandang, cuaca pegunungan yang cepat berubah, serta suhu udara yang berkisar antara 12 hingga 19 derajat Celsius.

Meski demikian, semangat para personel SAR dan keluarga korban tidak surut. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu, 22 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIT dengan memperluas area penyisiran dan menyesuaikan strategi berdasarkan hasil evaluasi hari ketiga.

Keluarga korban pun masih berharap Yanto Idorway dapat segera ditemukan sehingga dapat dievakuasi dan dipulangkan ke pangkuan keluarga. (Red/Rls)

Pos terkait