PII Haltim dan PT Position Bekali Komunitas Literasi dengan Jurnalisme Warga

HALTIM, KABARTIMUR.COM– Pustaka Insani Institut (PII) Halmahera Timur berkolaborasi dengan perusahaan tambang PT Position menggelar pelatihan jurnalisme warga (citizen journalism) bagi komunitas literasi dan pelajar di Kabupaten Halmahera Timur.

Kegiatan yang melibatkan 10 komunitas literasi tersebut berlangsung di Aula Penginapan Samada, Kota Maba, Senin (21/9/2026). Pelatihan turut melibatkan organisasi siswa dari SMA Negeri 5 dan SMK Negeri 1 Halmahera Timur.

Ketua PII Halmahera Timur, Heriwiyanti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan PT Position untuk memberikan pengetahuan dasar sekaligus keterampilan menulis berita kepada masyarakat.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

“Ini untuk membangun pemikiran kritis kepada komunitas literasi di lingkungan mereka. Kemudian membiasakan mereka untuk menulis,” kata Heriwiyanti.

Baca Juga :   Bupati Hermus Sambut Kontingen Pesparawi XIV: Manokwari Rumah Bersama bagi Seluruh Peserta

Ia menilai, pemahaman mengenai jurnalisme warga semakin penting seiring perkembangan teknologi digital. Masyarakat kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai produsen dan penyebar informasi melalui media sosial maupun berbagai platform digital.

Meski jurnalisme warga berbeda dengan profesi wartawan, kata Heriwiyanti, masyarakat perlu memahami dasar-dasar pengumpulan, penulisan, dokumentasi, dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab.

Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kebiasaan memeriksa fakta sebelum menyebarluaskan sebuah informasi.

“Kadang-kadang kita mengonsumsi berita yang belum jelas kebenarannya tanpa memverifikasi fakta secara menyeluruh, sehingga gampang terjebak dengan hoaks,” ujarnya.

Heriwiyanti menjelaskan, praktik jurnalisme warga sebenarnya telah banyak dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika menyaksikan sebuah peristiwa, warga dapat merekam, mendokumentasikan, kemudian membagikannya melalui akun pribadi dengan narasi atau keterangan tertentu.

Baca Juga :   Pansel Papua Barat Tetapkan 3 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Terbaik Untuk 5 JPT Pratama

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun narasi yang lebih terstruktur sebelum sebuah informasi dipublikasikan kepada masyarakat.

“Diharapkan komunitas literasi kembali ke tempat masing-masing dan mulai membuat tulisan dengan narasi yang lebih baik, lebih terstruktur. Komunitas juga bisa mengetahui batasan-batasan yang menjadi hak dan tanggung jawab jurnalisme warga,” pungkasnya. (Red/Aples)

Pos terkait