WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Elysa Auri mendorong masyarakat memanfaatkan air nira hasil sulingan dari pohon nipah/aren yang tumbuh melimpah di Wondama tidak hanya menjadi minuman keras (miras) tetapi diolah menjadi gula merah atau gula aren maupun produk olahan lain yang lebih bermanfaat.
Hal itu disampaikan Auri pada pembukaan kegiatan Pelatihan Pengolahan Gula Aren yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Provinsi Papua Barat di aula Hotel Iriati Beach di Wasior, Senin (21/9/2026).
Selain pelatihan, Dinas PMK Provinsi Papua Barat juga memberikan bantuan mesin cetak gula aren kepada kelompok masyarakat di Kampung Uriemi dan Tandia, Distrik Rasiei, wilayah yang memiliki kawasan hutan nipah atau pohon bobo dalam bahasa lokal yang cukup luas.
“Saya berharap dengan bantuan mesin ini (mesin pengolah gula aren), pohon nipah ini tidak hanya dibuat jadi CT (miras jenis Cap Tikus) tetapi bisa jadi gula merah, cuka, kecap atau gula cair yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat, “kata bupati.
“Karena angka kecelakaan (lalu lintas) kita di Wondama cukup tinggi, semuanya karena miras, “lanjut Auri.
Bupati mengajak warga memanfaatkan pohon nipah yang tumbuh secara alami di sepanjang bantaran Sungai Wosimi di wilayah Distrik Rasiei untuk menghasilkan produk yang punya nilai positif bagi masyarakat secara luas.
“Nipah ini banyak tumbuh di Kali Wosimi, ini Tuhan kasih untuk kasih untuk kita jadi saya berharap ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat (bukan diolah menjadi miras), “ujar Auri.
Bupati mengatakan Pemkab Teluk Wondama mendukung upaya konversi nira pohon nipah yang selama ini diproduksi menjadi miras menjadi produk yang lebih bermanfaat berupa gula merah atau gula aren maupun produk turunan berupa cuka atau kecap.
“Pemerintah Daerah harus menindaklanjuti dengan mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sampai dengan menyiapkan gerai-gerai untuk tempat pemasaran. Kita juga nanti akan buka jalan ke dalam hutan nipah supaya memudahkan pengambilan, “lanjut orang nomor satu Wondama ini.
Kepala Dinas PMK Provinsi Papua Barat Legius Wanimbo mengatakan, pelatihan pembuatan gula aren dilakukan sebagai upaya mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak selalu melihat pohon nipah sebagai penghasil minuman keras atau minuman lokal.
“Kita ingin merubah mindset masyarakat. Kita mulai dengan gula aren supaya tidak lagi orang kenal ‘Mita’ (Minuman Tandia) tetapi gula merah Tandia. Jadi kita harapkan kelompok-kelompok yang ada ini bisa menghasilkan yang terbaik sehingga bisa menjadi sumber pendapatan, “ujar Wanimbo.
Dalam kesempatan itu, selain bantuan peralatan teknologi tepat guna (TTG) untuk pengolahan nira nipah menjadi gula aren, Dinas PMK Provinsi Papua Barat juga menyerahkan bantuan peralatan untuk sanggar seni di Wondama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Setda Teluk Wondama Hendrik Riko Tetelepta serta Kepala Kampung Uriemi Devis Torey. (Nday)







