Ini 6 Agenda Strategis Kebijakan Baru Pembangunan Pendidikan Wondama : Gerakan Literasi dan Numerasi Hingga Pendidikan Vokasi

WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Elysa Auri menyampaikan kebijakan baru pembangunan pendidikan Wondama yang mengusung filosofi ‘Membangun Peradaban dari Rumah, Setiap Rumah adalah Sekolah dan Setiap Orang adalah Guru’ untuk menyambut abad kedua peradaban Pendidikan di Tanah Papua yang dimulai pada 25 Oktober 2026.

                  Auri menjelaskan, ada enam agenda pokok yang menjadi pijakan strategis bagi masa depan pendidikan Wondama yang menjadi implementasi dari filosofi dimaksud.

                  Pertama, menyalakan gerakan literasi dan numerasi untuk membangkitkan kemampuan membaca dan berpikir kritis bagi anak-anak Wondama sejak usia dini.

“Gerakan ini tidak hanya menjadi tugas guru dan sekolah tetapi harus berdenyut di rumah, di kampung hingga di lingkup gereja, “kata Auri.

Hal itu dipaparkan bupati pada pembukaan Seminar Kebijakan Pembangunan Pendidikan Memasuki 100 Tahun Kedua Peradaban Pendidikan di Tanah Papua di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei, Jumat (23/10).

                  Kedua, penataan guru dan tenaga kependidikan yang mencakup aspek pemerataan dalam penempatan, kedisiplinan dan kesejahteraan guru dengan cara yang lebih adil dan bermartabat.

Baca Juga :   KSM Buka Rumah Baca ke 34 di Kabupaten Tambraw

                  “Kita ingin guru hadir di kelas bukan karena kewajiban administrasi, tapi karena kerinduan untuk mendampingi anak-anak kita, “ujar bupati.

                  Ketiga, membangun sistem data yang jujur untuk menghadirkan basis data dan informasi akurat dan terpadu. Hal ini penting agar Pemerintah Daerah tidak lagi meraba-raba dalam membuat kebijakan namun berdasar pada basis data yang jelas dan pasti.

                  “Kita akan tahu pasti siapa anak yang berisiko putus sekolah dan sekolah mana yang paling mendesak untuk dibantu, “jelas Auri.

                  Keempat, penerapan pendidikan yang bernafaskan Wondama dengan menghubungkan pendidikan modern dengan kearifan lokal orang Wondama. Hal itu agar anak-anak Wondama bisa menjadi manusia modern namun tidak tidak tercabut dari akar sejarah budayanya sendiri.

                  Kelima, penerapan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi untuk membentuk generasi muda yang terampil, kompeten dan siap membangun ekonomi daerah. Hal ini diwujudkan dengan pembukaan Politeknik I.S Kijne melalui kemitraan dengan Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Uncen Jayapura serta Universitas Ottow Geisler Jayapura.

Baca Juga :   Belum Terima Dana Pilkada, Bawaslu Teluk Wondama Merasa Diperlakukan Tidak Adil

                  Dan keenam, mengawal anggaran pendidikan agar mendatangkan hasil nyata bagi kemajuan pendidikan di Wondama. Setiap rupiah yang masuk ke sektor pendidikan harus menjadi investasi bukan menjadi beban.

                  “Ukuran keberhasilan kita adalah saat angka putus sekolah menurun, kemampuan baca-tulis meningkat dan semakin banyak lulusan kita yang berdiri tegak di dunia kerja, “sebut mantan Asisten Sekda Provinsi Papua ini.

Menjadi Peraturan Daerah

Wakil Rektor Unipa Manokwari Profesor Jonni Marwa selaku ketua tim penyusun kajian akademis menuturkan, kebijakan baru pembangunan pendidikan Wondama dengan filosofi Setiap Rumah adalah Sekolah – Setiap Orang adalah Guru akan ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda) sehingga mengikat semua pihak di Wondama.

Menurut Prof Marwa, pihaknya telah menyiapkan draf rancangan peraturan daerah tentang itu dan rencananya akan segera diserahkan ke DPR Kabupaten (DPRK) untuk persiapan pengesahan menjadi Perda.

Baca Juga :   Usung 40 Persen Caleg OAP, PKS Target Tiga Kursi DPRD Teluk Wondama

“Materi rancangan peraturan daerahnya sudah kami siapkan sehingga kita akan menyerahkan ke bapak ibu di DPRK untuk dipelajari dan harapannya bisa disahkan menjadi peraturan daerah, “kata Prof Marwa pada FGD tentang pendirikan Politeknik I.S Kijne, Kamis (22/10).

Bupati Elysa Auri juga menekankan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh terputus oleh pergantian program atau kepentingan sesaat. Karena itu harus dipastikan keberlanjutannya melalui komitmen yang kuat dari semua pihak juga regulasi yang mengikat.

“Dalam jangka panjang impian kita adalah mewujudkan sebuah ekosistem pendidikan yang melahirkan manusia-manusia Wondama yang utuh, para tenaga terampil, wirausahawan muda, peneliti dan pemimpin yang bangga akan jati diri budayanya, “tandas orang nomor satu Wondama ini.

Adapun peluncuran kebijakan baru pembangunan Pendidikan di Wondama itu akan dilakukan pada 25 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan 101 tahun Peradaban Pendidikan Orang Papua yang dipusatkan di Lapangan Aitumeiri, Miei Distrik Wasior. (Nday)

Pos terkait