Gandeng UNIPA, Pemkab Wondama akan Buka Politeknik Tahun Ini

WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat berencana membuka politeknik sebagai cikal bakal berdirinya perguruan tinggi setingkat universitas di Wondama.

Bupati Elysa Auri mengatakan Pemda telah menandatangani nota kesepakatan dengan Universitas Papua (Unipa) Manokwari untuk pembukaan politeknik.

“Pada saat satu abad (Perayaan Satu Abad Peradaban Orang Papua, 25 Oktober 2025) sudah tandatangan MoU dengan Unipa, “kata Auri usai upacara Hardiknas Tahun 2026 di lapangan SMA Negeri 01 Wondama di Wasior, Sabtu lalu.

Diakui bupati, pembukaan politeknik merupakan langkah awal untuk mewujudkan rencana besar Pemkab Wondama menghadirkan sebuah universitas demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah yang berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua ini.

“Kenapa kita baru melangkah ke politeknik karena syarat untuk bisa membangun perguruan tinggi terutama universitas, kita belum tercapai jadi mereka minta kita mulai dengan Politeknik jadi kita mulai dulu dengan itu, “jelas Auri.

Baca Juga :   Kodim Wondama Bidik 100 Pemuda Ikut Seleksi Komcad

Bupati tidak menjelaskan apa saja jurusan atau bidang terapan yang menjadi fokus politeknik yang bakal dibuka di Wondama. Namun dia memastikan tahapan menuju pembukaan politeknik dimaksud sudah dimulai tahun ini.

“Kita rencana tahun ini kita sudah mulai, mudah-mudahan tahun depan sudah diresmikan pada saat Sidang Sinode ke-19, “kata mantan Asisten Sekda Provinsi Papua ini.

Sebagai informasi, DPR Kabupaten Teluk Wondama (DPRK) dalam materi pokok-pokok pikiran DPRK yang disampaikan pada Musrenbang RKPD Tahun 2027 juga mendorong hadirnya perguruan tinggi di Wondama.

Adanya perguruan tinggi dipandang penting karena akan memudahkan generasi muda Wondama mengakses pendidikan tinggi sehingga diharapkan bisa mengangkat kualitas SDM menjadi lebih baik.

Untuk diketahui, Wondama sendiri menyandang predikat sebagai Tanah Peradaban Orang Papua karena menjadi tempat dimulai pendidikan formal yang mengajar orang asli Papua mengenal menulis dan membaca hingga beragam ilmu pengetahuan lainnya.

Baca Juga :   Pengurus Karang Taruna Teluk Wondama Dilantik, Mambor : Pemuda adalah Tiang Penyangga Daerah

Sekolah formal pertama bagi orang asli Papua dibuka oleh misionaris asal Belanda Izaak Samuel Kijne di Bukit Aitumeiri di Miei Wasior pada 1925.

Namun demikian setelah 100 tahun berlalu, dunia pendidikan Wondama masih tertinggal dari banyak daerah lain di tanah Papua. (Nday)

 

 

Pos terkait