Sungai di Wondama Meluap, Rumah Warga Terendam Lumpur, Jalan Utama Penuh Batang Kayu

WASIOR – Sejumlah wilayah di Kabupaten Teluk Wondama dilanda banjir menyusul hujan lebat pada Minggu malam  hingga Senin dini (30/5) hari yang mengakibatkan beberapa sungai di wilayah itu meluap.

Meski tidak ada korban jiwa namun banyak rumah warga di tiga kecamatan/distrik yakni Distrik Rasiei, Wondiboi dan Wasior dilaporkan terendam air serta lumpur.

Banjr juga sempat memutuskan akses jalan utama karena dipenuhi batang kayu, batu juga material bawaan banjir lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Teluk Wondama Aser Waroi yang dihubungi melalui sambungan telepon, Senin pagi menyatakan penyebab baniir adalah akibat curah hujan yang tinggi. Bukan karena kerusakan lingkungan.

“Murni karena curah hujan yang tinggi kemudian rata-rata sungai kita sudah penuh material sehingga tidak bisa menampung debit air yang turun, “ujar Waroi.

Baca Juga :   Jumat Curhat Polsek Wasior, Komunitas Sopir ‘Blakos’ Minta Pemda Tetapkan Tarif Resmi

Dia mengatakan, tim dari BPBD sedang melakukan pendataan kerusakan yang terjadi juga kawasan dan aset masyarakat yang terdampak banjir.

Namun dari data sementara yang dihimpun, untuk wilayah distrik Rasiei, satu unit motor dilaporkan hilang terseret banjir akibat meluapnya kali/sungai Ati.

Banjir juga merendam sejumlah rumah di kawasan perumahan Pemda 3 di Isei.

Di Distrik Wondiboi, banjir mengakibatkan salah satu jembatan penghubung pada ruas jalan raya Wasior – Rasiei di Kampung Wondiboi mengalami kerusakan. Sejumlah warga di kawasan itu juga ikut terendam.

“Jembatan di dekat gedung PKK (Kampung Wondiboi) bagian bawahnya patah akibat hujan lebat semalam. Jembatan masih bisa dilalui tetapi hanya satu sisi saja.

Juga di Kampung Kaibi, kali kecil di situ meluap bikin aliran baru sehingga rumah dan jalan di dari Kaibi ke Ramiki tertimbun lumpur dan batang kayu besar-besar naik ke jalan semua, “jelas Waroi.

Baca Juga :   Pasien Covid-19 yang Meninggal Bukan Penduduk Wondama, Sumber Penularan Belum Diketahui

Sementara di Distrik Wasior, sedikitnya ada 4 kali/sungai besar di wilayah itu yakni kali Manggurai, Anggris, Sanduai dan Rado. yang kebanjiran hingga meluap meski tidak menimbulkan kerusakan yang besar.

“Material (pada 4 sungai itu) sudah rata sampai di jembatan. Sehingga kami berharap semoga tidak hujan malam ini, “ucap Waroi.

Sudah Dilakukan Pembersihan

Senin pagi banjir telah surut.  Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri, PNS dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pembersihan material bawaan banjir yang menutupi badan jalan termasuk di kawasan pemukiman penduduk.

Sejumlah alat berat juga sudah siap diturunkan untuk melakukan pengerukan aliran sungai yang sudah dipenuhi material.

“Pagi ini sudah surut. Mulai tadi pagi (Senin) jam 5 tim gabungan lakukan pembersihan. Dari TNI/Polri, Pemda dan masyarakat. Kita berharap eskavator sudah bisa kerja (pengerukan) hanya saja kami terkenda BBM,”kata Plt Asisten I Pemkab Wondama itu.

Baca Juga :   Novalinda Nandowey, Pembawa Baki Penurunan Bendera Bercita-cita Masuk IPDN

Ketua Komisi C DPRD Teluk Wondama Remran Sinadia meminta Pemkab segera melakukan penataan sungai untuk mencegah terjadinya banjir susulan.

“Karena curah hujan masih tinggi, saya kira yang perlu dilakukan adalah normalisasi sungai-sungai, paling tidak dilakukan pengerukan supaya sungai tidak meluap.

Karena kita lihat hampir semua sungai di Wasior dan sekitarnya ini sudah penuh material sehingga kalau harus segera ada penanganan. Kalau tidak bisa berbahaya karena sewaktu-waktu bisa meluap, “kata Remran. (Nday)

Pos terkait