Gedung Perpustakaan Diresmikan, Pemerintah Tana Toraja Dapatkan Ribuan Buku dan Satu Unit Mobil Perpustakaan Keliling

Tana Toraja Kabartimur.Com

Dalam Rangkah peresmian Gedung Perpustakaan baru pada senin, 30 Januari 2022, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja laksanakan beberapa agenda.

Sebelumnya, peresmian gedung dilaksanakan dengan agenda pengguntingan pita di Gedung Perpustakaan, di jalan Tritura (To’kaluku), Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Senin (30/05/2022).

Seusai seremonial pengguntingan pita, agenda selanjutnya dilaksanakan di Gedung Tammuan Mali, Makale, Pada hari yang sama. Diantaranya, pengukuhan Bunda Literasi, Semarak Sejuta Buku, dan Talksow.

Pengukuhan Dr.dr. Erni Yetti Riman sebagai Bunda Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Drs. Muhammad Syarif Bando melalui pembacaan surat Keputusan dan pemasangan salempang.

Selanjutnya, Gerakan sejuta buku dikumandangkan dengan penabuhan gendang oleh Bupati Tana Toraja, Teofilus Allorerung yang didampingi oleh Kepala Perpustakaan dan Kearsipan RI, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Bunda Literasi Tana Toraja, serta sejumlah pejabat daerah Tana Toraja.

Baca Juga :   Tahun 2021, Dana Desa Kabupaten Manokwari Sebesar Rp 143,5 Milyar

Tak hanya itu, juga dilakukan secara simbolis penyerahan buku sebanyak 5,500.000 eksemplar oleh Kepala Perpustakaan Republik Indonesia kepada pemerintah Daerah Tana Toraja.

Tak ketinggalan penyerahan secara simbolis 1000 buku tahap pertama oleh perwakilan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI).

Tak hanya buku, Pemerintah Daerah Tana Toraja juga menerima secara simbolis satu unit Mobil Perpustakaan Keliling.

Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan Talksow dari beberapa pemateri yang dimotori oleh *Dian Putri Sepnitasari, S.pd.*

Dalam Talksow tersebut, Bupati Tana Toraja, Teofilus Allorerung berharap perpustakaan dapat bermanfaat layaknya tongkonan yang bisa memberi spirit dan nilai bagi komunitas masyarakat.

“Bagaimana memanfaatkan Perpustakaan layaknya rumah tongkonan sehingga nilai-nilai dari komunitas masyarakat terus memberi spirit bagi kita semua”, ungkap Teofilus Allorerung.

Sementara anggota Komisi III DPRD Tana Toraja, Kristian Lambe lebih menekankan teorinya pada peran DPRD dalam dunia literasi, seperti edukasi-edukasi peningkatan keterampilan bagi komunitas.

Baca Juga :   Uji Publik DAPIL, Dibuka Ketua KPU Tana Toraja

Sebagai Bunda Literasi, Dr.dr. Erni Yetti Riman menekankan pada tingkat minat baca bagi anak. Dr.dr. Erni Yetti Riman Menyampaikan keprihatinannya terhadap persentase tingkat membaca anak di Indonesia yang masih menduduki angkat 0,01.

“Persentase minat membaca anak Indonesia ada pada angkah 0,01, yang artinya itu dari 10 ribu anak di Indonesia, hanya satu anak yang gemar membaca. Tentunya ini sangat memprihatinkan”,ungkapnya.

Ia menghimbau agar orang tua giat meningkatkan minat membaca anak, khususnya anak usia dini. Meski begitu, menurutnya untuk meningkatkan minat baca anak, maka orang tua juga harus giat membaca buku, “Orang tua harus menjadi contoh untuk anak”, tegasnya.

Dr.dr. Erni Yetti Riman berharap dengan adanya perpustakaan tersebut maka minat baca anak akan meningkat.
Hadir dalam Talksow, Rektor UKI Toraja, Oktovianus Pasoloran, Gerakan literasi berbasis tongkonan menjadi salah satu poinnya.

Baca Juga :   Kapolres Enrekang Umumkan Dua Tersangka Korupsi APBD 2016

Ia menekankan pengembangan SDM melalui pengembangan literasi kegiatan-kegiatan kampus, seperti Bagaimana mengembangkan tongkonan menjadi tempat pengembangan literasi.

Pada akhir acara, tak luput foto bersama serta penyerahan buku oleh Kristian Lambe, Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja kepada Kepala Perpustakaan Nasional, *Muhammad Syarif Bando*(tts/mir)

Pos terkait