TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Pangdam Apresiasi Sinergi Pemda dan Masyarakat

MANOKWARI, Kabartimur.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup melalui upacara penutupan yang digelar, Rabu (21/5/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD yang telah berlangsung sejak 22 April 2026 di berbagai wilayah.

Dalam amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan TMMD melalui sinergi bersama TNI, termasuk dukungan anggaran melalui APBD masing-masing daerah.

Menurut Pangdam, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil.

Pangdam juga memberikan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD, pemerintah daerah, masyarakat, dan insan pers yang turut mendukung suksesnya pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :   Hut Bhayangkara Ke-72 Binmas Polda Papua Barat Gelar Lomba Yospan Jalan

“Keberhasilan TMMD merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama tanpa batas dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama satu bulan pelaksanaan, TMMD berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Program fisik yang dilaksanakan meliputi pembangunan dan rehabilitasi jembatan, penyediaan titik air bersih melalui program Manunggal Air, pembangunan sanitasi, rehabilitasi rumah warga, hingga program ketahanan pangan dan penanganan stunting.

Selain itu, program unggulan TNI AD juga diwujudkan melalui kegiatan penghijauan, pembersihan fasilitas umum, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Pada sasaran nonfisik, TMMD menghadirkan berbagai penyuluhan, sosialisasi, dan pembekalan kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia di wilayah pedesaan.

Pangdam menegaskan, pelaksanaan TMMD secara serentak di 47 kabupaten/kota merupakan bentuk dukungan nyata TNI AD terhadap percepatan pembangunan nasional, terutama pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, terpencil, dan kawasan perbatasan.

Baca Juga :   Penetapan Kuota Haji Tahun 2023 Kemenag Haltim Prioritas Calon Jamah Haji Tidak Berangkat Tahun 2022

Program tersebut mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”

“Prajurit TNI akan selalu hadir menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat. Semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dijaga demi melanjutkan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Pangdam.

Di akhir amanatnya, Pangdam mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang. (Red/*)

Pos terkait