Siswa SMP di Haltim Rela Naik Truk, William: Pemerintah Jangan Tutup Mata

  • Whatsapp

HALTIM, KABARTIMUR – Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas terkait dalam hal ini dinas Perhubungan diminta memberikan perhatian serius atas fasilitas angkutan Bus sekolah bagi para siswa SMP Negeri 3 Wasile Haltim. Pasalnya para siswa saat pergi maupun pulang sekolah harus menumpangi truk sebagai fasilitas pendukung mereka.

Pemerhati pendidikan, Wiliam Ambeua, kepada wartawan mengatakan para siswa terpaksa menumpangi truk karena terbatasnya ketersediaan angkutan Bus sekolah untuk melayani para siswa di wilayah itu.

Bacaan Lainnya

“Memang ada 1 buah Bus mini, tapi daya angkutnya tidak seberapa, makanya terpaksa para siswa harus mencari alternatif lain, bahkan kebanyakan harus jalan kaki,” jelas Wiliam, saat di konfirmasi.

Wiliam menambahkan, para siswa justru menempuh jarak yang sangat jauh jika pergi maupun pulang sekolah karena mayoritas desa- desa tetangga tidak tersedia sekolah SMP sehingga meskipun dengan jarak yang jauh para siswa harus bersekolah di SMP N 3 Wasile yang berlokasi di desa Nusa Jaya Ekor Kecamatan Wasile Selatan.

” Jarak yang mereka tempuh relatif ada yang berjarak 5 Kilo, 6 Kilo hingga 7 Kilo karena memang jarak sekolah dengan desa desa tetangga cukup jauh,” Katanya.

Kata dia, untuk siswa yang bersekolah di SMP N.3 Wasile sendiri, kebayakan berasal dari desa tetangga seperti desa Loleba, desa Jikomoi, desa Waijoi, desa Saolat dan desa Minamin, sehingga untuk transportasi menjadi kebutuhan vital bagi para siswa di kecamatan itu.
“Kondisi seperti ini bukan saja terjadi sekarang tapi sudah sangat lama, saya sendiri juga rasa, jadi para siswa disini sifatnya kalau ada tumpangan mereka baik saja selama para supir mau memberikan tumpangan,” ujar Wiliam.

Dikatakan untuk membantu para siswa tersebut, dirinya meminta agar pemerintah daerah bisa melakukan penambahan Mobil Bus Sekolah yang berkapasitas besar agar para siswa di kecamatan tersebut bisa terbantu saat pergi maupun pulang sekolah.

” Kalau bisa ada perhatian dari pemerintah daerah untuk penambahan Bus sekolah dengan kapasitas yang besar, kasihan anak anak disini, mau sekolah saja harus bersusah payah cari angkutan maupun ada yang jalan kaki,” keluh dia.

Terpisah Kepala Bidang Darat, Dishub Haltim, Hairuddin, mengatakan untuk wilayah Wasile selatan, Pihaknya sudah mengalokasi dua unit Bus sekolah yang melayani para siswa di sana, dimana untuk rute pelayanan satu Bus mencakup desa Saramake hingga desa Nanas dan satu unitnya lagi melayani mulai dari desa Saolat hingga Desa Ekor.

” Memang Bus sekolah yang kita geser ke sana itu kapasitasnya kecil sehingga tidak mampu menampung para siswa dengan jumlah yang cukup banyak itu,” jelas dia

Hairudin mengatakan pihaknya akan tetap menjadikan pengadaan Bus sekolah sebagai prioritas dalam menjawab kebutuhan para siswa di kecamatan Wasile selatan, yang mana pihaknya juga untuk tahun ini telah mengajukan permintaan ke Kementrian perhubungan namun belum di realisasi.

” Yang pasti kita tetap dorong karena ini kebutuhan siswa, tahun depan juga akan kita ajukan permintaan serupa, muda-mudahan bisa di realisasi agar memudahkan para siswa bersekolah, singkat dia, menutup.(RH-RED)

Pos terkait