Pleno XIX, Dewan Adat Papua Serukan Perlunya Langkah Konkret Cegah Depopulasi Penduduk Asli Papua

WASIOR, Kabartimur.xom  – Dewan Adat Papua (DAP) menyerukan perlunya perhatian serius terhadap fenomena depopulasi orang asli Papua yakni semakin berkurangnya jumlah penduduk asli Papua secara terus menerus dalam beberapa tahun terakhir ini.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DAP Mananwir Yan Piter Yarangga pada pembukaan Pleno XIX Dewan Adat se Tanah Papua di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei, Selasa, 19 Mei 2026.

DAP mengklaim mendapatkan fakta lapangan yang menunjukkan sejumlah wilayah di Papua tidak mengalami pertumbuhan penduduk Orang Asli Papua (OAP) yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Ini adalah tanda bahaya yang tidak boleh dibiarkan, “kata Yarangga melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ketua DAP Wilayah III Doberai Markus Waran.

Baca Juga :   Tersisa 4 ODP yang Masih Dipantau di Wondama, Seluruh OTG Sudah Bebas

Yarangga menegaskan, depopulasi bukan hanya persoalan angka di atas kertas. Tetapi menyangkut keberlangsungan identitas budaya dan adat istiadat serta eksistensi masyarakat adat Papua di atas tanahnya sendiri.

“Oleh karena itu forum pleno (Pleno XIX DAP) ini harus secara serius membahas dan merumuskan metode strategis yang konkret untuk mencegah depopulasi (penduduk OAP), “pesan Yarangga.

Lebih lanjut, Ketua Umum DAP mengusulkan beberapa langkah nyata yang perlu diambil untuk mencegah semakin berkurangnya penduduk asli Papua.

Yaitu pertama, peningkatan layanan kesehatan terhadap masyarakat adat. Kedua, peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat asli Papua.

Ketiga, penguatan ekonomi berbasis komunitas adat. Keempat, perlindungan wilayah adat dari tekanan eksternal. Dan kelima, kebijakan afirmatif yang berpihak pada orang asli Papua.

Sementara itu Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengharapkan, Pleno XIX DAP yang dihadiri delegasi dari tujuh wilayah adat se Tanah Papua dapat melahirkan gagasan-gagasan serta rekomendasi strategis untuk pembangunan Papua yang lebih berpihak kepada masyarakat adat.

Baca Juga :   Mambor Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Pastori Jemaat GKI Syaloom Wasior

Bupati juga berharap Pleno XIX DAP menjadi momentum untuk semakin menguatkan persatuan dan persaudaraan antar masyarakat adat di Tanah Papua dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kebebasan sosial yang terus berkembang.

“Dari Wondama marilah kita tetapkan bersama bahwa masa depan Papua harus dibangun dengan hati, persatuan dan semangat peradaban yang berkeadilan,” pesan orang nomor satu Wondama itu.

Pleno XIX Dewan Adat se Tanah Papua dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Melkias Werinussa mewakili Gubernur Dominggus Mandacan.

Turut hadir, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Waprak dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare.

Juga hadir Ketua DPRK Teluk Wondama Aplena Dimara, Dandim 1811/Teluk Wondama Letkol Inf Dwi Haryanto bersama Kapolres AKBP Bayu Dewasto serta Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani dan Sekda Wondama Aser Waroi. (Nday)

Baca Juga :   Terima 30 Miliar dari Pemda, KPUD Wondama Siap Laksanakan Pilkada 2020

 

 

Pos terkait