WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat merencanakan pembukaan jalan tembus dari arah Distrik Rasiei, tepatnya di samping SMP Diopui menuju Ambumi, Distrik Kuri Wamesa dan selanjutnya tersambung dengan jalan TransPapua Barat ruas Manokwari-Wasior.
Jalan sepanjang kurang lebih 14 Km ini dipersiapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi waktu tempuh Wasior-Manokwari.
Sebab jika terealisasi, maka jalan ini diperkirakan akan memangkas jarak Manokwari-Wasior antara 50 sampai 100 km.
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengungkapkan, beberapa waktu lalu, dia sendiri mendampingi tim dari Dinas PUPR Provinsi Papua Barat bersama Dinas PUPR Wondama turun lapangan melakukan survey.
Auri menargetkan pembukaan jalan tembus Rasiei-Ambumi bisa dimulai tahun ini melalui skema pembiayaan bersama antara Pemkab Wondama dengan Pemprov Papua Barat.
“Kita buka dulu baru nanti provinsi dong atur. Semoga ini bisa jalan tahun ini. Kami sedang bikin perencanaan, kalau perencanaan selesai, perencanaan kita yang buat, kita dorong ke provinsi, nanti provinsi akan lakukan koordinasi dengan DPRP (DPR Provinsi), “kata bupati.
Bupati menyampaikan hal ini pada acara pembukaan Musrenbang tingkat distrik tahun 2026 di aula Distrik Wasior, Senin lalu.
Bupati mengatakan jalan tembus Rasiei-Ambumi maka akan memangkas jarak Wasior-Manokwari sehingga waktu tempuh juga akan berkurang.
“Saat ini ke provinsi (Manokwari) kalau panas bisa ditempuh dalam 10 jam. Tapi kalau jalan dari SMP Diopui sampai di Ambumi sudah ada ya bisa lebih cepat, bisa 8 jam, “ujar Auri berharap rencana Pemda itu bisa mendapatkan dukungan dari DPRK Teluk Wondama.
Meski begitu pembukaan jalan Rasiei-Ambumi menghadapi tantangan yang besar karena harus melewati kawasan muara sungai Wosimi yang merupakan salah satu sungai terbesar di Wondama.
Sebagai informasi, jalan TransPapua Barat ruas Manokwari-Wasior, Teluk Wondama berjarak kurang lebih 400 Km sudah terbuka dengan sebagian ruas sudah berlapis aspal.
Namun demikian sejauh ini hanya kendaraan khusus yang bisa melewati karena di banyak titik masih berupa tanah berlumpur sehingga sulit dilalui.
Selain itu masih banyak jembatan juga belum selesai dikerjakan sehingga ketika musim hujan kendaraan sulit melintas. (Nday)






