Cakupan Vaksinasi Remaja di Wondama Baru 31 Persen, Satgas Terus Gencarkan Vaksinasi Massal

  • Whatsapp

WASIOR – Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target herd immunity atau kekebalan kelompok.

Rabu, 22 September, kegiatan vaksinasi massal bertajuk Vaksinasi Merdeka Serentak digelar pada 4 titik secara bersamaan.

Yakni di terminal Pasar Soyar Wasior, Puskesmas Wondiboi, Puskesmas Aisandami Distrik Teluk Duairi dan di RSUD Teluk Wondama yang dikhususkan untuk vaksin booster (dosis III) bagi para tenaga kesehatan. Vaksinasi kali ini menargetkan sedikitnya 300 suntikan baik dosis pertama maupun dosis kedua.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Hanok Waprak menuturkan, cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama sejauh ini untuk dosis pertama telah mencapai 7.736 atau sebesar 36,2 persen dari total target sasaran.

“Ini sudah lebih sebenarnya tapi yang dari Puskesmas lain banyak belum melaporkan (termasuk hasil Vaksinasi Merdeka Serentak pada 4 titik),” ungkap Hanok di sela-sela meninjau vaksinasi di Pasar Soyar.

Diakuinya cakupan vaksinasi khususnya untuk remaja dan lanjut usia di Wondama belum maksimal. Masih rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab belum maksimalnya cakupan vaksinasi Covid-19 di Wondama.

Dia mencontohkan untuk sasaran remaja 12-18 tahun, sejauh ini yang telah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 172 orang atau 31 persen. Adapun untuk lanjut usia 112 orang atau baru mencapai 9 persen.

“Anak-anaknya sebenarnya mau tapi orang tuanya yang tidak setuju. Kesadaran itu yang masih rendah padahal sekarang sudah ada sekolah tatap muka,” kata Hanok.

Salah seorang pelajar SMP, Adin Indra Pratama yang mengikuti vaksinasi di Pasar Soyar mengaku dirinya melakukan vaksinasi atas kesadaran sendiri. Remaja 12 tahun itu menyadari pentingnya vaksinasi agar dirinya bisa aman mengikuti pembelajaran tatap muka yang saat ini sudah berjalan di sekolahnya.

“(ikut vaksin) Karena keinginan sendiri karena mau belajar aktif (tatap muka). Tadi rasanya sedikit takut, ”ujar siswa kelas I SMPN Wasior itu.

Meski sempat dihantui ketakutan namun anak pertama dari 3 bersaudara ini merasa lega karena tidak merasakan hal-hal yang aneh setelah menerima suntikan vaksin sinopharm.

Diapun berpesan kepada teman-teman seusianya agar mau divaksin demi melindungi diri pribadi dan sesama dari penularan Covid-19.

“Pesan saya supaya tidak takut vaksin supaya semangat sekolah,”ujar Adin yang beralamat di Sanduai, Distrik Wasior. (Nday)

 

Pos terkait