Dispora Launching Program Messi Anak Haltim

  • Whatsapp

HALTIM KABARTIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut), berhasil melaunching satu program yang diberi nama Messi Anak Haltim.

Launching program tersebut di buka langsung oleh Bupati Haltim Ubait Yakub di ruang aula kantor Bupati Haltim, dengan tema Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI Tahun 2021, Kamis (23/9/2021).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Haltim, Ailen Goeslaw, menjelaskan bahwa pemberian nama Messi Anak Haltim, karena Halmahera Timur terdiri dari banyak pelosok-pelosok sehingga biografi Messi itu berangkat dari Masyarakat menengah kebawah bukan berasal dari Masyarakat Ekonomi menengah keatas namun Messi itu adalah orang kampung yang memiliki potensi dan bakat yang bisa dibina dan dikembangkan lewat teknologi informasi dengan harapan bisa tersampaikan ke Pemandu bakat Club Barcelona yang kemudian bisa diambil untuk disekolahkan di Barcelona,

“Dan Hal itulah yang mendasari sehingga pihaknya memilih akronim Messi dengan Mewujudkan AtlEt Sepakbola berkualitaS dan profesional melalui kampung Sepakbola Halmahera Timur atau (Messi Anak Haltim)” ujarnya.

Dikatakan Ailen, dengan semangat Messi Anak Haltim yang berasal dari kampung bisa mencetak atlet-atlet sepakbola yang profesional dan berkualitas sehingga sepakbola emas yang diimpikan dan diinginkan suatu saat Generasi muda Halmahera Timur bisa bermain di level profesional.

Ia menambahkan, sejalan dengan itu pihaknya akan membentuk kampung sepakbola di tiap-tiap Desa dengan melalui beberapa tahapan dimana Dinas Kadispora akan melakukan survei di tiap-tiap Desa terkait minat dan bakat generasi muda di bidang Sepakbola kemudian pengembangan sumber daya manusia (SDM)nya juga akan dikembangkan baik tenaga Pelatih, Perwasitan, Manager, dan managementnya.

Semua itu akan kami tingkatkan sehingga pembinaan dan pengembangan itu dapat terarah, terencana dan berkelanjutan serta terhubung, karena kami dari Dinas juga akan punya bank data untuk merekam perkembangan atlet sepakbola dari usia 8-9-17 tahun sebelum kita dorong lebih jauh ke tingkat yang profesional dengan harapan bisa membawa nama baik Daerah Bangsa dan Negara.(RH-Red)

Pos terkait