Haltim, kabartimur.com- Warga Desa Sil, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, mengeluhkan matinya tower mini yang menyebabkan layanan jaringan seluler terganggu dan biaya internet warga membengkak.
Tower mini yang berada di tengah permukiman warga itu dilaporkan sudah hampir satu tahun tidak berfungsi. Akibatnya, masyarakat kesulitan melakukan komunikasi sehari-hari karena jaringan telepon dan internet tidak lagi berjalan normal.
Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membeli voucher wifi setiap hari untuk tetap bisa mengakses internet dan berkomunikasi dengan keluarga maupun keperluan lainnya.
“Setiap hari kami harus membeli voucher wifi dengan harga sekitar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. Ini sangat membebani masyarakat,” keluh salah seorang warga, Kamis (21/5/2026).
Warga menilai keberadaan tower mini yang merupakan aset desa seharusnya dapat membantu masyarakat memperoleh akses komunikasi yang cepat, mudah, dan murah. Namun, karena tidak lagi berfungsi, manfaat tower tersebut tidak dirasakan warga.
Masyarakat berharap Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Halmahera Timur bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki dan mengaktifkan kembali tower mini di Desa Sil.
Menurut warga, akses jaringan komunikasi sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama dalam kebutuhan informasi, pendidikan, hingga urusan pelayanan publik. (Red/*)






