BUPATI TANA TORAJA BUKA FESTIFAL KOPI TORAJA DAN KULINER 2017 DI PANGO-PANGO

  • Whatsapp

kabarTIMUR-Tana Toraja.Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae resmi membuka Festifal dn Kuliner Tana Toraja 2017 diKawasan Hutan Agrowisata Pango-Pango Kelurahan Tosapan dan Kelurahan Pasang Kecamatan Makale Selatan Sabtu, 26 Agustus 2017. pembukaan Festifal Kopi dan Kuliner Toraja 2017 ini di hadiri oleh beberapa kepala OPD Kab. Tana Toraja, Kepala Kejaksaan Tana Toraja Jaka Suparna, Kapolres Tana Toraja AKBP. Yohanes Ricard, Dandim 1414 Tator dan para Peserta Perang Kopi di Festifal Kopi Toraja.

Festifal Kopi dan Kuliner Toraja yang dibuka dan diresmikan ini bertajuk “A Blank Of Coffe Culture, And Friendship”, dan akan berlangsung mulai Tanggal, 26 dan 27 Agustus dan 28-29 ditutup dengan festifal penuh. Festifal ini bertujuan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tana Toraja ke 60 dan Hari Jadi Toraja ke 770 yzng akan dipusatkan di Objek Wisata ” Buntu Burake” pada Kamis 31 Agustus 2017 mendatang.

Rospita Napa Biringkanae selaku Ketua Panitia Festifal Kopi dan Kuliner Toraja Tahun 2017 melaporkan bahwa ” Acara ini berlangsung, dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Tana Toraja dan Dinas Pariwisata Kab. Tana Toraja, ” Festifal Kopi dan Kuliner 2017 ini adalah yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja. Semoga kegiatan ini mendapat support selanjutnya untuk menjadi kegiatan tahunan Kabupaten dan di dukung penuh oleh Kementerian Pariwisata. Rospita yang juga istri BupatinTana Toraja ini tak lupa mempromosikan Pariwisata Toraja ” minum Kopi Ingat Toraja”

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Pertemuan dan Konvensi Pariwisataa Republik Indonesi Bapak Edi Susilo dalam sambutannya mengatakan Festifal Kopi merupakan salah satu program yang strategi untuk menjadikn kopi sebagai daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tana Toraja. Kopi sebagai salah satu bagian dari kuliner menjadi andalan untuk mempromosikan wisata Indonesi. Sektor kuliner memberikan lapangan kerja yang cukup signifikan. Karena dari 11 juta tenaga kerja yang berkecimpung di sektor Pariwista, 30 persen di antaranya bekerja di bidang kuliner atau restoran.

Tujuan Festifal Toraja ini selain untuk mengangkat Brend Kopi Toraja di Dunia Internasional juga sebagI ajang diplomasi Promosi Pariwisata Tana Toraja yang kaya akan panorama alam, budaya, kuliner dan adat istiadat. Diharapkan budaya minum kopi yang kuat di Tana Toraja juga akan menarik pencinta kopi dari seluruh indonesi, “kata Edi”.

Sementara Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, dalam sambutannya mengatakan Festifal Kopi Toraja di hadirkan sebagai salah satu destinasi strategis Keparawisataan Nasional selain untuk mendorong potsnsi unggulan, Kabupaten Tana Toraja juga menjadi momentum mendorong orang hadir di Toraja.mFestifal ini sangat potensial, kata Nicodemus.

Oleh karena itu Pemkab Tana Toraja menantang Kementerian Pariwisata untuk bersungguh-sungguh membangun dan mempromosikan Pariwisata Toraja. Kami juga mau menyampaikan kepada Kementerian bahwa tidak ada destinasi di Kabupaten Tana Toraja yang  tidak mendapatkan anggaran yang sungguh-sungguh, bahkan telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp. 45 milliar dalam APBD untuk membangun sektor Pariwista.Hal itu merupakan bukti keseriusan masyarakat dan  Pemerintah  daerah serta tidak ada keragu-raguan lagi dalam menerim Toraja  sebagai tujuan Wisata, “Tegas Nico” ( titus)

Pos terkait