MANOKWARI, Kabartimur.com- Bupati Manokwari, Hermus Indou, meminta seluruh kepala kampung menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sumber daya alam, serta hak-hak masyarakat adat di wilayah masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Hermus saat memberikan arahan dalam Kegiatan Pembekalan Pemerintahan bagi Kepala Kampung se-Kabupaten Manokwari di Hotel Swiss-Belhotel Manokwari, Selasa (18/8/2026).
Hermus menegaskan, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Manokwari harus dikelola secara bijaksana dan tidak boleh dieksploitasi secara sembarangan hanya demi kepentingan sesaat.
Ia meminta kepala kampung tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.
“Jangan karena ada potensi tambang kemudian kita merusak lingkungan. Sungai dan alam yang diwariskan oleh leluhur harus kita jaga,” tegasnya.
Menurut Hermus, kerusakan lingkungan akan meninggalkan dampak panjang bagi generasi mendatang. Karena itu, kepala kampung harus memiliki keberanian untuk menjaga wilayahnya dari aktivitas yang berpotensi merusak alam.
Ia secara khusus mengingatkan kampung-kampung yang berada di wilayah pesisir agar menjaga sungai, kawasan pesisir dan sumber daya alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai orang datang hanya mengambil hasil alam kita, kemudian pergi dan meninggalkan kerusakan. Kita yang tinggal di sini yang akan menanggung dampaknya,” ujarnya.
Hermus juga meminta kepala kampung membangun koordinasi dengan kepala suku dan tokoh masyarakat adat dalam menjaga wilayah masing-masing.
Menurutnya, pemerintah kampung tidak boleh berjalan sendiri dalam mengambil keputusan yang menyangkut lingkungan maupun kehidupan masyarakat adat.
“Koordinasikan dengan kepala-kepala suku. Jangan mengambil keputusan sendiri-sendiri,” katanya.
Selain lingkungan, Hermus meminta masyarakat tetap menjaga adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.
Namun, ia mengingatkan agar nilai-nilai adat yang tidak lagi relevan atau justru berpotensi menimbulkan konflik harus ditinggalkan.
“Adat yang baik harus dijaga dan dipakai. Tetapi adat yang kurang baik, termasuk dendam yang diwariskan turun-temurun, harus kita tinggalkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menghindari sikap iri terhadap keberhasilan orang lain dan membangun budaya saling mendukung demi kemajuan kampung.
Hermus menilai kekayaan alam, adat, budaya dan kehidupan sosial masyarakat merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.
“Jangan sampai kita mewariskan kerusakan kepada anak cucu. Apa yang diwariskan leluhur harus kita jaga agar tetap bisa dinikmati generasi berikutnya,” pungkasnya. (Red/*)






