Wondama Mulai Dikepung Asap Karhutla, Tim Gabungan Diterjunkan Padamkan Kebakaran Hutan di Naikere

WASIOR, Kabartimur.com – Dalam dua hari terakhir ini, wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat terutama di  kota Wasior dan sekitarnya mulai dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Asap putih menyelimuti hampir seluruh kawasan kota membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.

            Pemkab Teluk Wondama melalui Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla terus berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di beberapa wilayah. Distrik Naikere menjadi wilayah dengan sebaran titik api terbanyak dengan kawasan terdampak yang cukup besar.

            Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani yang ikut turun langsung memantau pemadaman karhutla di Distrik Naikere pada Rabu (26/6) mengungkapkan, tim gabungan dengan dibantu aparat TNI/Polri telah berjuang sekuat tenaga untuk bisa memadamkan api di wilayah Naikere.

            “Kemarin (Rabu) kami melakukan pemadaman di Naikere tetapi api belum sepenuhnya padam. Masih ada sekitar 100 anggota TNI yang masih di atas untuk melakukan pemadaman, “kata Marani dalam rapat bersama membahas penanganan Karhutla di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei, Kamis (27/8/2026).

            Wakil bupati mengajak semua pihak untuk ikut terlibat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar ataupun membakar sesuatu yang bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :   Duet dengan Japari Artata, Kris Torey Ingin Lanjutkan Karya Besar Alberth Torey di Wondama

            “Mari kita semua bergandengan tangan bekerjasama untuk menjaga Wondama ini agar tidak terjadi kebakaran hutan yang lebih luas. Kalau ada terjadi kebakaran di dekat kampung, masyarakat di kampung itulah yang harus pertama memadamkan. Jangan dibiarkan saja, “pesan Marani.

            Kepala Pelaksana BPBD Teluk Wondama Anita Tappi melaporkan sampai Kamis pagi pihaknya belum bisa memastikan jumlah titik api yang terpantau di wilayah Teluk Wondama. Pasalnya titik api baru terus bermunculan di berbagai wilayah meskipun sebagian di antaranya sudah berhasil dipadamkan.

            “Kami minta bantuan dari kepala distrik dan kepala kampung agar melaporkan titik api yang terjadi di wilayah masing-masing supaya bisa kami data secara lengkap. Tetapi kalau untuk kami di posko (Posko Siaga Karhutla), tiap hari selalu melakukan patroli dan kalau saat patroli ada menemukan titik api langsung dilakukan pemadaman, “jelas Anita.

Sementara untuk Distrik Naikere, dia mengakui, pemadaman hari pertama pada Rabu, 26 Agustus belum berhasil memadamkan seluruh titik api dikarenakan sebaran kebakaran yang cukup banyak dan luas.

“Di Naikere belum bisa padam karena kami terbatas peralatan.  Kami tidak ada alkon (mesin pompa air) jadi hanya mengunakan ember. Beruntung dari Pak Kapolres ada meminjamkan alkon jadi bisa membantu, “ terang Anita menambahkan.

Baca Juga :   Kasdam Brigjen Ragainaga Apresiasi Rumah Karya TMMD di Yabore : Sesuai yang Masyarakat Minta

Posko Siaga Karhutla di Naikere

            Kepala Distrik Naikere Zakeus Benoni Takapulungan menyampaikan karhutla di wilayah Naikere sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan terus meluas sampai saat ini.

            “Naikere sudah sangat parah dan mungkin yang terluas. Saya meyakini kebakaran di Naikere itu karena ulah manusia baik sengaja maupun tidak sengaja. Kami sudah melapor ke kabupaten tetapi tidak ada tim yang naik untuk padamkan karena masih fokus untuk pemadaman di wilayah kota, “papar Takapulungan dalam rapat itu.

            Karena itu dia mengusulkan agar dibuka posko siaga karhutla tersendiri di Naikere untuk memudahkan penanganan karhutla di wilayah itu mengingat sebaran titik api yang sudah cukup luas.

            “Jadi kami usulkan ada posko di Naikere karena di atas itu yang paling parah. Kalau menunggu dari sini nanti lama dan nanti bisa semakin luas, “kata Takapulungan.

            Pasi Intel Kodim 1811/Teluk Wondama Lettu Mansuryadi mewakili Dandim Letkol Inf Dwi Haryanto mendukung pembukaan posko siaga karhutla di Distrik Naikere. Menurutnya posko di Naikere penting agar memudahkan pergerakan tim dalam melakukan pemadaman karhutla.

Baca Juga :   Selamatkan Penyu Hijau, Pengunjung Festival Roon Wondama Lepaskan Puluhan Tukik ke Laut

            “Kami setuju ada Posko kedua di Naikere tapi harus didukung dengan peralatan terutama mobil tangki (air). Tidak bis akita pakai hand sprayer atau ember, itu percuma saja sebenarnya, “kata Lettu Mansuryadi.

            Mansuryadi menambahkan, sejak Rabu (26/8), ratusan personel TNI AD dari Batalyon TP 862/Ure Wara telah dikerahkan untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Naikere yang mencakup wilayah yang cukup luas.

            “Sampai hari ini ratusan anggota batalyon masih di atas. Danyon (Komandan Batalyon) perintahkan tidak boleh turun sampai api padam. Jadi hari ini lanjut, kalau belum bisa padam berarti bisa dua sampai tiga hari lagi di atas, “ tutur Mansuryadi.

            Mempertimbangkan kondisi karhutla di Naikere, semua pihak akhirnya menyepakati pembukaan posko siaga karhutla di Distrik Naikere. Wakil Bupati minta BPBD agar mendata peralatan dan kebutuhan yang diperlukan untuk mempermudah pemadaman karhutla.

            “Naikere memang sudah parah. Asap yang masuk ke kota ini berasal dari Naikere jadi perlu ada posko di atas agar lebih cepat dalam penanganan, “kata Marani. (Nday)

Pos terkait