Sambut Abad Kedua Peradaban Orang Papua, Wondama Siap Deklarasi Filosofi Baru Pembangunan Daerah: Setiap Rumah adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat tengah mempersiapkan konsep baru pembangunan daerah dengan mengusung filosofi ‘Semua Rumah adalah Sekolah dan Semua Orang adalah Guru’.

Konsep baru Pembangunan Wondama itu lahir dari latar belakang historis Wondama sebagai tempat lahirnya peradaban pendidikan Orang Asli Papua (OAP).

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengungkapkan konsep baru itu digagas untuk melanjutkan nilai-nilai dan semangat peradaban baru orang Papua yang telah diletakkan oleh Pendeta Izaak Samuel Kijne di Bukit Aitumeiri, Miei – Wondama pada 25 Oktober 1925.

Deklarasi konsep baru pembangunan Wondama dengan tajuk ‘Membangun Peradaban dari Rumah’  direncanakan dilakukan pada 25 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan 101 Tahun Peradaban Orang Papua.

Diketahui, peringatan 100 tahun atau Satu Abad Peradaban Orang Papua dirayakan secara meriah pada 25 Oktober 2025 lalu di Wasior dengan dihadiri lebih kurang 20 ribu orang dari berbagai penjuru Tanah Papua.

Baca Juga :   Pilkada Wondama : Paslon AMAN Sebut Nomor Satu Angka Bahagia, Satu Tujuan dalam Satu Kebersamaan

“Ini kita letakkan sebagai warisan untuk menyambut abad kedua peradaban Pendidikan orang Papua. Setelah kita merayakan satu abad peradaban, Wondama ini mau dibawa ke mana, ini yang menjadi dasar (lahirnya ide ini), “jelas bupati pada rapat persiapan deklarasi Membangun Peradaban Wondama dari Rumah, Senin (5/10) di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei.

Bupati menjelaskan konsep baru Pembangunan Wondama dengan filosofi Semua Rumah adalah Sekolah dan Semua Orang adalah Guru, menitikberatkan pada tiga sektor utama. Yaitu sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Di sektor pendidikan, menurut bupati, semua anak-anak Wondama akan dijamin haknya untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Demikian pula di bidang kesehatan, pemerintah akan mengoptimalkan layanan kesehatan antara lain melalui program ‘Ketuk Pintu Sayang Mama.’

 “Unipa (Universitas Papua Manokwari) sudah siapkan kajiannya termasuk draf peraturan daerahnya. Jadi kita harus letakkan fondasinya ini sekarang supaya nanti dia bisa bertumbuh, “ucap Auri.

Baca Juga :   Rakornis Perindag Papua Barat, Gubernur Minta Daerah Berdayakan UMKM untuk Bangkitkan Ekonomi

Wakil Bupati Anthonius Alex Marani menekankan konsep baru Pembangunan Wondama dengan filosofi Semua Rumah adalah Sekolah dan Semua Orang adalah Guru sesungguhnya bertujuan untuk membentuk tatanan baru masyarakat Wondama yang lebih sehat, cerdas dan produktif.

Karena itu dia berharap seluruh jajaran Pemkab Teluk Wondama memiliki komitmen yang sama untuk mendukung dan menyukseskan gagasan besar itu demi Wondama yang lebih baik, sejahtera dan beradab.

“Sebagai Tanah Peradaban, Wondama ini harus jadi contoh dalam segala hal terutama pembangunan karakter, mental dan perilaku manusianya. Jadi saya harapkan kita semua punya tekad yang sama untuk melaksanakan ini dengan baik, “pesan Marani.

Revisi Renstra dan Renja

Sekretaris Daerah Aser Waroi mengatakan implementasi konsep baru Pembangunan Wondama itu akan dimulai pada Tahun Anggaran 2027. Karena itu Pemda akan melakukan revisi dokumen perencanaan yang telah mulai dari RPJPD, RPJMD hingga renstra dan renja perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :   17 Pasien Covid-19 di Wondama Sembuh, Positif Tambah 3 Orang

“Saya harapkan setiap OPD segera melakukan penyesuaian renstra dan renja untuk 2027 dengan konsep baru ini, “kata Waroi.

Sekda juga mengingatkan setiap perangkat daerah agar membuat rancangan program dan kegiatan tahun anggaran 2027 selaras dengan konsep pembangunan baru Wondama itu.

“Jangan kita sepakat lain bapak ibu buat yang lain lagi. Jadi program dan kegiatan OPD harus selaras dengan itu, “ujar Sekda.

Terkait deklarasi yang dijadwalkan pada 25 Oktober mendatang, Sekda menambahkan, sesuai hasi rapat dengan pihak Unipa Manokwari, telah disepakati bahwa pada saat deklarasi nanti sekaligus dilakukan launcing dibukanya Politeknik Izack Samuel Kijne di Wondama.

“Nanti pada saat deklarasi itu sekaligus kita launcing Politeknik yang diharapkan sudah bisa berjalan pada 2027, itu sesuai hasil rapat kami dengan Unipa, “kata Sekda menambahkan. (Nday)

Pos terkait