Wasior Krisis BBM, PNS Tidak Bisa Ngantor, Nelayan dan Tukang Ojek Libur

  • Whatsapp

WASIOR – Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat khususnya di kota Wasior dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM).

BBM jenis premium atau bensin, solar dan minyak tanah nyaris secara bersamaan mengalami kelangkaan. Semua penyalur BBM bersubsidi maupun nonsubsidi mulai dari distributor besar (APMS) sampai dengan pengecer kecil tutup karena tidak lagi memiliki persediaan.

Akibatnya aktivitas masyarakat terganggu. Banyak warga tidak bisa melakukan aktivitas rutin seperti karena kendaraan mereka kehabisan bahan bakar. Para PNS misalnya, sejak Kamis hingga Jumat kemarin banyak diantara mereka terpaksa tidak masuk kantor.

“Bensin kosong mau ke kantor tidak bisa jadi di rumah saja, “ ungkap seorang PNS yang enggan namanya dimuat, Jumat. Demikian pula para nelayan dan tukang ojek, berdasarkan penuturan warga, banyak yang memutuskan untuk libur karena tidak mendapatkan bensin.

Menyikapi kondisi tersebut, Jumat (2/11) kemarin Pemkab Teluk Wondama menggelar rapat dengan semua agen dan pengecer BBM. Rapat dipimpin Sekda Denny Simbar didampingi Kapolres AKBP Murwoto serta Kepala Dinas Perindagkop Ekbertson Karubuy.

Dari pertemuan tersebut diketahui krisis BBM yang terjadi hampir sepekan ini disebabkan belum masuknya pasokan BBM dari Manokwari ke Wondama. Menurut Kepala Dinas Perindagkop seharusnya pasokan masuk pada 27 Oktober lalu.

Namun kenyataannya hingga awal November belum ada pasokan yang masuk karena kapal angkut tidak ada.

“Kapal yang biasa masuk sedang memasuki masa servis. Kami sudah hubungi agen tapi beliau masih di Makasar untuk cari kapal (pengganti), “ ujar Ekber.

Lendra Situmorang, perwakilan dari APMS PT.Papua Bumi Kasuari (PBK) membenarkan hal itu. Dia mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari kapal pengganti.

“Kita sudah hubungi tapi kapal masih di Kendari. Ada satu kapal lain tetapi masih di Sorong. Direktur sedang konfirmasi, “ ucap Lendra.

Namun pihak PT.PBK belum bisa memberi kepastian kapan kapal angkut BBM kembali beroperasi. Maka dari itu menurut Sekda Denny Simbar, krisis BBM bisa terjadi lebih lama lagi. Karena itu perlu secepatnya dicari alternatif lain agar kelangkaan BBM tidak menimbulkan dampak ikutan seperti melonjaknya harga barang.

“Kalau BBM naik harga barang naik dan itu bisa memicu inflasi. Pemda harus menjaga supaya tidak berdampak pada daya beli masyarakat, “ ujar Denny.

Kelangkaan BBM di kota Wasior sudah berulang kali terjadi. Karena itu Kapolres mengusulkan perlunya peninjauan kembali terhadap kuota BBM bersubsidi terutama premium.

“Sekarang jumlah kendaraan makin banyak sehingga kebutuhan BBM pasti meningkat. Jadi Pemda mungkin bisa mengusulkan ke Pertamina agar menambah kuota. Apalagi Wondama pasti ke depan akan terus berkembang, “ ujar Murwoto.(Nday)

Pos terkait