Uji Publik Amandemen Tata Gereja GKI di Tanah Papua Wilayah Bahas Sejumlah Materi

  • Whatsapp

MANOKWARI- Kegiatan Uji Publik Amandemen Tata Gereja GKI di Tanah Papua Wilayah VI resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh sekertaris daerah , Nataniel Mandacan yang ditandai dengan pemukulan Tifa bersama Bupati Manokwari dan ketua GKI dan pengguntingan Pita di gedung Gereja GKI Maranatha kota, Kamis (27/5/2021).

Ketua panitia, Teguh Budi Prakoso dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 200 orang dari 12 klasis di wilayah VI GKI di Tanah Papua dan berlangsung selama dua hari dari tanggal 27-28 Mei 2021 dengan pembiayaan yang bersumber dari Pemprov PB, Pemda Manokwari dan Para Donatur dengan nilai anggaran sebesar Rp. 1.192.981.000.

Gubernur Papua barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh sekda, Nataniel Mandacan menyampaikan bahwa tujuan berkumpul saat ini adalah untuk melakukan pembahasan. Uji publik amandemen. Tata Gereja GKI di tanah Papua dari wilayah VI.

Pihaknya berharap para utusan yang bekerja di ladang yang hadir pada kegiatan ini agar memfokuskan perhatian hati dan pikiran yang murni untuk membahas dan mendiskusikan materi-materi yang terkait peraturan gereja atau tata Gereja yang telah disiapkan oleh tim amandemen rancangan tata Gereja Kristen injili di tanah Papua wilayah VI bersama anggota BP-AM SINODE.

Kemudian hasil diskusi dan pembahasan terhadap tata Gereja GKI tahun 2000 yang lalu di Sorong hingga saat ini telah berusia 20-an tahun sehingga perlu dibahas dan diamandemenkan disesuaikan dengan perkembangan waktu.

“Dalam menjalankan tugas pelayanan ditengah dunia terus berubah dengan dinamikanya yang tidak menentu, bukanlah hal yang mudah, untuk itulah penyesuaian tata Gereja pun secara alamiah perlu mengikuti perkembangan dan perubahan itu” kata Sekda.

Ia berharap hasil pembasan uji publik andemen tata Gereja GKI wilayah VI nantinya dibawakan ke sidang sinode di Waropen pada bulan Oktober 2021 mendatang melalui pleno yang diperluas.

“Selaku pemerintah daerah kami beri apresiasi yang tinggi kepada sinode GKI di tanah Papua beserta jajarannya hingga tingkat Klasis dan jemaat-jemaat GKI melalui para utusan dari klasis-klasis di wilayah VI saat ini serta perwakilan jemaat-jemaat di Klasis terdekat Manokwari, kelompok-kelompok pembahas materi yang akan disepakati bersama untuk dibawah kesidang sinode di kab.Waropen” Kata Sekda.

Adapun materi-materi yang dibahas pada pertemuan penting hari ini antara lain materi amandemen tata Gereja materi Pokok-pokok Panggilan Pelayanan Gereja (P4G) 2022-2027 dan Renstra Sinode GKIdi Tanah Papua 25 tahun, materi tata ibadah dan pengakuan Iman GKI di Tanah Papua , materi kajian pendidikan GKI di Tanah Papua dan hal-hal umum lainnya.

Khusus terkait pengelolahaan pendidikan yang ada didalam pengawasan GKI di Tanah Papua kami berharap hendaknya pola pendidikan lebih khusus yang dibawah pengelolahaan YPK, agar membaca perkembangan dan masalah-masalah lingkungan strategis saat ini dan yang akan datang dan menyesuaikan pengelolahaan ya supaya tidak tertinggal mutu pendidikannya dari sisi Iman Kristen maupun tuntutan pendidikan nasional.

Sekda menyarankan kiranya pola pengelolahaan pendidikan YPK sudah perlu dikembangkan menjadi koordinator-koordinator wilayah yang berada dibawah BP YPK di Jayapura dan koordinator dimaksud membawahi sejumlah PSW YPK agar rentang kendali pengelolahaan dan pengawasan serta bantuan-bantuan pendidikan dari setiap kabupaten bisa menjadi nyata.

Koordinator wilayah dimaksud dapat dibentuk dengan mengacu pada pembagian 7 Wilayah adat di Tanah Papua atau dibagi menjadi 4 wilayah mata Angin ; utara-selatan, Timur-Barat dst.

Diharapkan materi-materi yang sudah disiapkan oleh tim agar dapat dibahas dalam komisi-komisi untuk mendapat masukan yang signifikan karena gereja hari ini dan kedepan dituntut untuk maunelihat setiap perubahan yang ada dengan berbagai dinamikanya yang turut mempengaruhi perubahan perilaku kehidupan umatnya serta masyrakat secara luas.

“Gereja tidak boleh terperangkap dalam sebuah suasana atau tradisi yang biasa-biasa saja secara tidak sengaja menghambat peran gereja yang sesungguhnya yakni menjadi garam dan terang bagi dunia karena itu gereja dituntut untuk bersikap aktif dan tetap berhati-hati dalam menjalankan panggilan misinya ditengah dunia yang semakin berkembang” harap sekda.

Senada disampaikan oleh bupati Manokwari, Hermus Indou bahwa Kontribusi dan pemikiran peserta melalui kegiatan ini kiranya dapat disumbangkan untuk kemajuan pelayanan GKI ditanah Papua.

“Pemda Manokwari menyambut baik dan mengapresiasi atas penyelenggaran kegiatan ini karena tentu GKI sebagai gereja sulung yang dikandung lahir bertumbuh dan berkarya ditanah Papua senantiasa menunjukkan eksistensinya membangun transformasi peradaban ditanah Papua.” Kata Bupati.

Bupati berharap, GKI senantiasa menunjukkan jatidirinya yang adaptif yang mampu menyesuaikan perkembangan jaman hari ini.

” Saya percaya agenda amandemen yang dilakukan saat ini akan berdampak positif terhadap pelayanan Gereja di tanah Papua, dimana Gereja adalah kita, tubuh Kristus adalah mempelai wanita, juga adalah kawanan domba Allah sebagai refresentasi tanggungjawab dibumi untuk membangun tubuh Kristus dan kawanan domba Allah melalui Orang-orang yang luarbiasa dalam mendorong kualitas pelayanan kiranya memberikan sumbangsih dalam pelayanan ditanah papua” terang Bupati.

“Gereja dan pemerintah adalah dua instusi dibumi sebagi wakil Allah dibumi dan akan bersinergi dalam membangun gereja Tuhan demi hormat dan kemuliaan Tuhan dan berguna bagi pelayanan di tanah Papua” pungkas Hermus mengakhiri sambutannya.(V/D/R)

Pos terkait