Saksi Selamat Ungkap Detik-Detik Yanto Idorway Terseret Arus, Hari Keempat Pencarian Belum Membuahkan Hasil

Pegunungan Arfak, Kabartimur.com – Memasuki hari keempat operasi pencarian terhadap presenter televisi Suriyanto Tuwing Idorway atau Yanto Idorway, Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan korban yang hanyut di kawasan wisata Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Selasa (21/7/2026).

Di balik upaya pencarian yang terus dilakukan, terungkap kesaksian dua rekan korban yang selamat dari derasnya arus sungai. Keterangan mereka menjadi gambaran awal mengenai detik-detik nahas yang merenggut Yanto.

Berdasarkan keterangan saksi, inisial DMT (25) dan PTP  (24), ketiganya saat itu sedang menikmati wisata di Air Terjun Memti. Mereka kemudian berusaha menyeberangi aliran sungai.

Yanto lebih dahulu menyeberang untuk menyimpan telepon genggam mereka di tepi sungai. Setelah itu, ia kembali ke tengah aliran untuk membantu kedua rekannya melintasi sungai yang berarus cukup deras.

Baca Juga :   Indonesia–Pakistan Sepakati Tujuh Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kemitraan Bilateral

Namun situasi berubah dalam hitungan detik. Salah seorang saksi terpeleset dan hampir terseret arus. Melihat kejadian itu, Yanto bersama rekannya langsung berupaya memberikan pertolongan.

Upaya penyelamatan tersebut berhasil menyelamatkan salah satu saksi. Akan tetapi, saat berusaha menahan derasnya arus, Yanto diduga kehilangan pijakan hingga akhirnya terseret aliran sungai.

Korban sempat terlihat terbawa arus sekitar lima meter sebelum menghilang dari pandangan. Kedua saksi kemudian berusaha mencari korban menyusuri aliran sungai sejauh kurang lebih 100 meter, namun tidak berhasil menemukannya. Mereka akhirnya meminta bantuan kepada warga Kampung Sisrang.

Sementara itu,  Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polres Pegunungan Arfak, Koramil 1812-01 Anggi, keluarga korban, dan masyarakat kembali melanjutkan operasi pencarian setelah menggelar apel konsolidasi serta doa bersama yang dipimpin Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Dr. Bernadus Okoka.

Baca Juga :   Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kementerian/Lembaga Negara, Kemenkumham dan Kemenkeu Selenggarakan Temu Bisnis Tahap VI Tahun 2023

Tim dibagi ke dalam beberapa regu untuk menyisir aliran sungai yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Basarnas juga mengerahkan drone dan thermal camera guna memetakan area yang sulit dijangkau.

Hasil pemetaan menunjukkan adanya percabangan sungai dengan arus yang sangat deras serta dipenuhi bebatuan besar di bagian hilir. Kondisi tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan secara ekstra hati-hati demi keselamatan seluruh personel.

Operasi pencarian juga dihadapkan pada medan yang cukup berat. Dari Mapolres Pegunungan Arfak menuju Kampung Sisrang berjarak sekitar 22 kilometer, kemudian dilanjutkan delapan kilometer menuju Air Terjun Memti. Akses jalan yang terputus akibat longsor memaksa tim berjalan kaki sekitar tiga kilometer melewati jalur curam dan licin selama hampir satu jam.

Selain medan yang sulit, lokasi pencarian juga berada di kawasan hutan basah yang tidak memiliki jaringan telekomunikasi, dengan kondisi cuaca yang kerap berubah secara tiba-tiba.

Baca Juga :   Mambor Minta Dinas Pendidikan Topang Sekolah Hadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Hingga pukul 15.30 WIT, operasi pencarian hari keempat dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan keselamatan personel. Tim kemudian kembali ke Mako Polsek Anggi untuk melakukan evaluasi sebelum melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.

Empat hari berlalu sejak insiden yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026), Yanto Idorway masih belum ditemukan. Kesaksian dua rekannya menjadi pengingat bahwa di detik-detik terakhirnya, Yanto berupaya menyelamatkan orang lain, sementara keluarga dan tim gabungan terus berharap operasi kemanusiaan ini segera menemukan dirinya. (Red/Rls)

Pos terkait