WASIOR, Kabartimur.com – Prosesi tikar adat dan makan papeda bersama menjadi seremoni pembuka Pleno XIX Dewan Adat Papua (DAP) se Tanah Papua di Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama, Selasa (19/52026).
Tikar adat dan makan Papeda bersama dipimpin Ketua DAP Wondama Adrian Worengga bersama Wakil Ketua DAP Wondama Hendrik Mambor.
Prosesi ini diikuti Asisten II Setda Provinsi Papua Barat yang mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.
Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Waprak, Ketua DAP Pusat Markus Waran, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri bersama Wakil Bupati Anthonius Alex Marani.
Juga Wakil Ketua DPRK Wondama Amos Waropen, Dandim 1811 Letkol Inf Dwi Haryanto, Wakapolres Teluk Wondama Kompol Christian Massale.
Serta Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Agustus Torey dan Ketua MUI Abudin Ohoimas.
Tikar adat dan makan papeda bersama merupakan tradisi khas Wondama yang biasa dilakukan untuk berbicara dan menyepakati hal-hal penting sebelum memulai suatu pekerjaan atau aktivitas pembangunan.
Ketua DAP Wondama Adrian Worengga mengatakan, tikar adat dan makan Papeda bersama menjadi simbol bahwa semua pihak harus diajak berbicara terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu aktivitas pembangunan di atas tanah Papua.
“Tikar adat ini adalah simbol bahwa kitorang bicara dulu sebelum melakukan sesuatu di atas Tanah Papua. Supaya jangan masyarakat palang atau demo, ” kata Worengga.
Pleno XIX DAP se Tanah Papua merupakan agenda tahunan masyarakat adat Papua untuk mengevaluasi hasil Pleno sebelumnya.
“Pleno XIX ini untuk membahas hal-hal tentang politik, ekonomi, sosial budaya dan isu-isu kekinian di Tanah Papua tentang hak-hak masyarakat adat, sumber daya alam dan sumber daya manusia orang Papua, “jelas Worengga.
Pleno DAP yang berlangsung 19-21 Mei diikuti delegasi masyarakat adat dari tujuh wilayah adat se Tanah Papua.
Sebelum upacara pembukaan, para peserta Pleno XIX dipimpin Ketua DAP Pusat Markus Waran disambut dengan prosesi adat pengalungan noken dan pemasangan mahkota kasuari oleh DAP Wondama.
Selanjutnya dilakukan prosesi pemotongan tali adat di depan pintu masuk Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Wondama oleh Bupati Elysa Auri. (Nday)







